Kriminalitas Tabalong

Mantan Sekretaris Bappeda Tabalong Dieksekusi karena Kasus Korupsi Rp 1,1 Miliar

Asli Yakin mantan Sekretaris Bappeda Kabupaten Tabalong resmi ditahan setelah turunnya salinan putusan dai Mahkamah Agung

Mantan Sekretaris Bappeda Tabalong Dieksekusi karena Kasus Korupsi Rp 1,1 Miliar
Istimewa
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Tabalong Jhonson Evendi Tambunan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Asli Yakin mantan Sekretaris Bappeda Kabupaten Tabalong resmi ditahan setelah turunnya salinan putusan dai Mahkamah Agung, Rabu (25/09/2019) sekitar pukul 14.00. Yakin secara kooperatif datang ke Kejaksaan Negeri Tabalong setelah dilakukan pemanggilan oleh pihak kejaksaan.

Asli Yakin terjerat kasus korupsi dana Retribusi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) saat masih menjabat sebagai camat Murung Pudak, retribusi IMB tidak disetorkan ke Pemerintah Daerah sejak 2009 hingga 2014.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Tabalong Jhonson Evendi Tambunan mengatakan eksekusi dilakukan oleh tim eksekusi yang dibantu juga oleh tim intel kejaksaan.

“Akibat penyalahgunaan ini menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1,1 miliar, dan terpidana telah mengembalikan Rp 670 juta, hasil putusan pidana penjara 4 tahun dan pidana denda Rp200 juta dengan ketentuan bila pidana denda tidak dibayar dapat diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan,” ujarnya.

Baca: Hubungan Sebenarnya Ranty Maria dengan Rayn Wijaya, Setelah Foto Satu Ranjang Eks Ammar Zoni Beredar

Baca: Atasi Karhutla di Kalsel, Irwasum Polri Tengok Irigasi yang Dijebol di Cindai Aulus Kabupaten Banjar

Baca: Link Live Streaming Chelsea VS Grimsby Town via TV Online Mola TV Carabao Cup Malam Ini

Putsan Mahkamah Agung Nomor 2668 K/Pid.sud/2017 menjadi dasar dalam eksekusi yang dilakukan oleh pihak kejaksaan. Asli Yakin datang ke Kejaksaan dan diantar ke Lapas Kelas III Tanjung yang berada di Maburai.

“Terpidana memang sempat terkejut dilakukan eksekusi hari ini meskipun sudah mengetahui adanya putusan sebelumnya, kami sempat mengantar ke rumah untuk mengambil baju dan beberapa keperluan yang diperbolehkan dibawa masuk ke lapas dan langsung diserahkan ke Lapas kelas III Tanjung,” ujarnya.

Jhonson menambahkan kasus ini sebenarnya menjerat dua orang yang juga telah putusan namun masih belum menerima salinan putusan dari Mahkamah Agung. “Masih dengan kasus yang sama yaitu terpidana Alfian, namun belum dilakukan eksekusi karena salinan putusan dari Mahkamah Agung masih belum diterima,” ujarnya.

Untuk eksekusi terpidana kedua masih menunggu salinan putusan dari Mahkamah Agung. Alfian yang saat ini bertugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terjerat kasus yang sama yang juga melanjutkan jabatan sebagai camat di Kecamatan Murung Pudak. “Dalam kasus korupsi dana retribusi IMB Kecamatan Murung Pudak, melakukan kesalahan yang sama dengan tidak menyerahkan ke Pemerintah Daerah,” ungkapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved