Bumi Selidah

Buka Bupati Cup I, Wabup Rahmadian Noor Minta Pengurus Cabor Tidak Ragu Gelar Turnamen Besar

Wakil Bupati (Wabup) H Rahmadian Noor mendorong seluruh cabang olahraga (cabor) di Batola agar tidak ragu menggelar turnamen berskala besar

Buka Bupati Cup I, Wabup Rahmadian Noor Minta Pengurus Cabor Tidak Ragu Gelar Turnamen Besar
Humas Pemkab Batola
Sebanyak 116 pesilat meramaikan kejuaraan Pencaksilat Bupati CUP 1 2019 di Batola 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Wakil Bupati (Wabup) H Rahmadian Noor mendorong seluruh cabang olahraga (cabor) di Barito Kuala (Batola) agar tidak ragu menggelar turnamen-turnamen berskala yang lebih besar seperti tingkat provinsi, regional, bahkan nasional.

“Saya kira melalui even yang lebih luas selain bermanfaat untuk belajar juga berguna dalam mengukur tingkat kemampuan para atlit dengan lawan-lawan dari luar,” tuturnya saat membuka Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup I Tahun 2019 Antar Perguruan Silat Tingkat Remaja dan Dewasa se-Batola di Aula SKB Marabahan, Selasa (17/09/2019).

Manfaat lainnya, lanjut Rahmadi, melalui even yang digelar secara tidak langsung bisa mengajak pengunjung dari luar untuk datang dan mengenal Barito Kuala di samping akan berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisata.

“Makanya salah satu cara untuk mamacu kunjungan itu Pemkab Batola akan menggelar beberapa even berskala nasional pada Oktober mendatang seperti Festival Burung Berkicau, Festival Layang-layang, dan Tour De Barito Kuala,” katanya.

Terhadap kegiatan pencak silat, wabup mengharapkan, tahun berikutnya bisa ditingkatkan lagi ke skala yang lebih tinggi. Demikian pula terhadap cabang olahraga yang lain diharapkan turut aktif melaksanakan even-even pertandingan.

“Bagi kami selaku pemerintah daerah, terutama Bupati Hj Noormiliyani AS, sangat konsern terhadap kegiatan-kegiatan semacam ini,” tuturnya.

Rahmadi yang juga Ketua PBSI Batola ini menyebut, latihan-latihan dan turnamen-turnamen yang dilakukan setiap cabor hasilnya pasti bermanfaat. Namun, latihan tanpa turnamen sia-sia.

Sebaliknya turnamen tanpa latihan bunuh diri. Karena itu, harus dilakukan latihan dan turnamen secara berkesinambungan agar bisa memperoleh prestasi.

“Kata orang bijak hasil tidak pernah mengkhianati proses. Proses latihan yang dijalani dengan benar, tekun, dan sungguh-sungguh insya Allah tidak akan mengecewakan,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Saly Wany Yahya mengatakan, pesilat yang berlaga di kejuaran ini seluruhnya berjumlah 116 orang yang terdiri dari 32 orang kategori dewasa putra, 12 kategori dewasa putri, 36 kategori remaja putra, 21 kategori remaja putri, 9 tunggal putra, dan 6 tunggal putri.

Sedangkan jumlah kelas yang dipertandingkan ada sembilan yakni, kelas putra dewasa A, B, C, kelas putri dewasa A, B, C, dan kelas putra remaja A, B, C.Pertandingan silat ini diawali atraksi dua pesilat di hadapan wakil bupati dan forkompinda atau yang mewakili, undangan, serta para atlit. (aol)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved