Berita Kotabaru

Direktur Lakukan Masa Sanggah ke Kemenkes, RSUD Kotabaru Tak Jadi Turun Kelas ke Tipe D

Pada 17 Juli 2019 lalu, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) ternyata menyebutkan ada 19 rumah sakit di Provinsi Kalimantan Selatan harus turun kelas.

Direktur Lakukan Masa Sanggah ke Kemenkes, RSUD Kotabaru Tak Jadi Turun Kelas ke Tipe D
BANJARMASINPOST.co.id/man hidayat
RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pada 17 Juli 2019 lalu, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) ternyata menyebutkan ada 19 rumah sakit di Provinsi Kalimantan Selatan harus turun kelas.

Satu di antaranya adalah RSUD Kotabaru yang kini menggunakan nama RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru. Rumah sakit milik daerah ini direkomendasikan untuk turun kelas dari tipe C menjadi kelas tipe D.

Terang saja sempat membuat jajaran rumah sakit dan pemerintah daerah bingung. Namun setelah melalui masa sanggah, ternyata rumah sakit ini tak jadi turun kelas dan bertahan pada kekas tipe C.

Hal ini diakui Plt Direktur RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru, Nazar Syafrudin, Kamis (26/9/19). Dia mengatakan memang sempat ada rekomendasi turun kelas namun saat ini sudah selesai dan pelayanan kelasnya tidak berubah.

"Ya akhirnya tetap tipe C, setelah kita melakukan masa sanggah ke Kemenkes dan akhirnya keluar pengumuman pada 30 Agustus kemarin tetap C, " kata Nazar.

Baca: Guru Honorer Temukan Senpi Rakitan di Tepi Jalan, Polisi Kapuas Langsung Selidiki Lokasi Penemuan

Baca: BREAKING NEWS - Kejaksaan Geledah Kantor PDAM Kapuas Terkait Penyimpangan Dana Pernyertaan Modal

Baca: Disdik Batola Komitmen Kepsek SMPN Yunior Ditugaskan di Sekolah Pelosok Dulu, Bukan di Tengah Kota

Dia menyebutkan, alasan direkomendasikan turun kelas menjadi D lantaran adanya kesalahan input. Sehingga keluar rekomendasi tersebut untuk turun kelas.

Ini juga diakui Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru H Said Akhmad. Setelah adanya kekurangan data, jajarannya bersama Kabupaten Tanahbumbu juga sudah melengkapi berkas dan kekurangannya semua sudah lengkap.

"Segala kekurangan sudah dilengkapi dan akhirnya sudah dipenuhi semua termasuk dokter-dokterspesialisnya yang sudah dilengkapinya. Jadi tifak berubah kelas tetap tipe C, " katanya.

Sementara itu, upaya peningkatan kelas masih bertahap. Peralatan yang dibutuhkan cukup banyak dan tahun depannya juga masuk kelanjutkan pembangunan RSUD Kotabaru di Stagen yang belum selesai.

"Kalau masalah kelengkapan alat-alat untuk naik tingkat memang perlu proses panjang dan harus dilengkapi secara bertahap. Kita coba selesaikan bangunan RSUD dulu baru kemudian dilengkapi lagi alat-alat untuk pelayanan kepada masyarakat untuk upaya naik kelas, " katanya. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved