Berita Kalteng

Pendidikan Kesehatan Reproduksi Bakal Dimasukkan ke Pembelajaran

MAN Kapuas berencana memasukkan pengetahuan kesehatan reproduksi itu ke pembelajaran.

Pendidikan Kesehatan Reproduksi Bakal Dimasukkan ke Pembelajaran
banjarmasinpost.co.id/fadli setia rahman
Sosialisasi Generasi Berencana (GenRe) bagi Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) di MAN Kapuas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Pelajar sebagai bagian dari generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan kualitas generasi Indonesia di masa depan.

Agar memiliki pemahaman kesehatan reproduksi yang baik, MAN Kapuas berencana memasukkan pengetahuan kesehatan reproduksi itu ke pembelajaran.

Usulan agar dimasukkannya materi pendidikan seksual dan kesehatan reproduksi disampaikan oleh Plt Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Kapuas H Dusi.

Itu disampaikannya ketika menjadi pembicara dalam sosialisasi Generasi Berencana (GenRe) bagi Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) di MAN Kapuas awal pekan tadi.

Baca: Sewaktu Irwan Mussry Diperkenalkan Maia Estianty, Al-El-Dul: Om Irwan Enggak Mainin Bunda Kan?

Baca: Djanur Masih Tidak Terima Diberhentikan Persebaya di Tengah jalan, Ini yang Akan Dilakukannya

Baca: Via Vallen Jadi Target Santet ART Setelah Curi Celana Dalam, Reaksi Pedangdut Kesayangan Rhoma Irama

Baca: Mantan Baim Wong Buat Paula Verhoeven Jutek, Ingat VJ Laissti yang Suapi Ariel NOAH?

Menurutnya, pengetahuan semacam itu sangat penting agar para pelajar bisa menjadi generasi yang mampu muncul sebagai kalangan sukses dengan perencanaan nikah dan pertumbuhan sesuai dengan usia perkembangannya.

"Pengetahuan seksual dan kesehatan reproduksi harus disisipkan ke pembelajaran agar para pelajar mendapatkan informasi itu secara benar, bukan dari pergaulan yang salah," kata H Dusi.

Maka itu, lanjutnya, perlu adanya materi pendidikan seksual disisipkan ke dalam pembelajaran.

"Kita bersama-sama membantu generasi muda agar sukses dalam melangsungkan pendidikan, berkarir dan menikah dengan penuh perencanaan sesuai dengan usia perkembangannya," ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Wakamad Kesiswaan Jumirah mengaku pihaknya siap bekerja sama dengan dinas terkait dalam memberikan pendidikan seksual sejak dini melalui pembelajaran di madrasah setempat.

"Remaja saat ini dapat dikatakan telah berkembang lebih dewasa dari usianya. Kondisi itu menjadikan bimbingan dan pendidikan seksual dan reproduksi diperlukan kehadirannya di sekolah untuk mempersiapkan remaja ke tahap perkembangan berikutnya," jelas Jumirah, Kamis (26/9/2019).

Sosialisasi itu sendiri diikuti 25 pelajar MAN Kapuas. Sosialisasi PIK-R ini bertujuan untuk mengedukasi pelajar agar mereka dapat mempersiapkan kehidupan berkeluarga melalui pemahaman pendewasaan usia perkawinan sesuai dengan siklus kesehatan reproduksi.

Baca: BREAKING NEWS - Warga Merasa Ngeri Lihat Mayat Mengapung di Sungai Awang, Ternyata Tanpa Kepala!

Baca: Syarat, Proses & Peluang Lulusan S2-S3 Pendaftaran CPNS 2019 Pada Oktober 2019, Cek sscasn.bkn.go.id

Baca: Ungkap 3 Orang Konsultasi Jalur Perseorangan, KPU Beberkan Persyaratan yang Harus Dipenuhi

Dalam kegiatan itu, para pelajar diingatkan untuk mengenali bahaya penyakit menular seksual dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Kemudian, mereka juga diarahkan untuk merencanakan pernikahan sesuai dengan usia perkembangan reproduksinya. (Banjarmasinpost.co.id/Fadly SR)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved