Berita Banjarmasin

PMII Banjarmasin Soroti Revisi UU KPK, Tidak Dipolitisir oleh Pihak Apapun

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banjarmasin menyorot pro kontra terjadi di masyarakat pacsa revisi UU KPK

Istimewa
Faisal Latif Ketum PC PMII Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banjarmasin menyorot pro kontra terjadi di masyarakat pacsa revisi UU KPK disyahkan DPR pada 17 September 2019 silam. Ada pihak dengan tegas menyatakani ada upaya pelemahan lembaga hukum yakni KPK.

“Sampai aksi massa terjadi di mana-mana menyikapi revisi UU KPK,” kata Faisal Latif Ketum PC PMII Banjarmasin, Jumat (27/9/19).

Menurut Faisal, masih ada peluang untuk menolak RUU KPK yang sudah disahkan ini yakni melalui mekanisme Judical Review yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi 'Indonesia merupakan negara hukum (rule of law) pasal 1 ayat (3) UUD 1945.

Baca: Rahasia Cantik Perempuan Hulu Sungai Tengah, Ternyata Berasal dari Kulit Pohon Ini

Baca: Balas Sumpah Pocong Bebby Fey, Tantangan Atta Halilintar Didukung Luna Maya Gading dan Boy William

Baca: Mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari Tewas Ditembak di Dada, 15 Orang Terluka dan Gedung Dibakar

“Konstitusi memberikan keleluasan kepada masyarakat/badan hukum. Ketika ingin menolak RUU KPK, jalan yakni melalui Mekanisme Judical Review Ke Mahkamah Konstitusi,” katanya.

Faisa berharap demi legitimasi hukum yang tetap, pihaknya mendesak agar pimpinan KPK yang baru saja terpilih untuk segera dilantik. Harapannya, KPK dalam menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Tidak dipolitisir oleh pihak apapun, dan tidak tebang pilih dalam penyelidikan sesuai asas persamaan dihadapan hukum (asas equality before the law) dan kami sepenuh nya siap menyawal Revisi UU KPK yang baru,” katanya.

(Banjamasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved