Berita Internasional

Ungkap Hasil Penelitian Polusi Beracun Timbulkan Risiko Kanker, Ilmuwan Turki Dipenjara

Seorang ilmuwan Turki dijatuhi hukuman penjara 15 bulan karena mengungkapkan risiko kanker yang ditimbulkan oleh polusi beracun di barat negara itu.

Ungkap Hasil Penelitian Polusi Beracun Timbulkan Risiko Kanker, Ilmuwan Turki Dipenjara
shutterstock
ilustrasi penjara 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang ilmuwan Turki dijatuhi hukuman penjara 15 bulan karena mengungkapkan risiko kanker yang ditimbulkan oleh polusi beracun di barat negara itu.

Pengadilan di Istanbul, pada Kamis (26/9/2019), menyatakan Dr Bulent Sik bersalah karena dianggap telah membocorkan informasi rahasia.

Putusan pengadilan itu pun langsung menuai kecaman dari Amnesty Internasional yang menyebutnya sebagai "parodi keadilan".

Dr Sik pada tahun lalu mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukannya bersama dengan sejumlah ilmuwan lain untuk Kementerian Kesehatan antara tahun 2011 hingga 2015.

Baca: Pengennya Ketemu di Lokasi Ini, Mahasiswa Ogah Bertemu Jokowi di Ruang Tertutup

Baca: Banyak Orang Kesulitan Mengupas Kulit Telur Rebus dengan Sempurna, Coba Trik ini dan Lihat Hasilnya

Baca: Ketidakjujuran Roger Danuarta Pada Cut Meyriska Hingga Sekarang, Teman Marcella Simon Desak Suaminya

Penelitian yang dilakukan menghubungkan toksisitas dalam tanah, air, dan makanan dengan tingkat kanker tinggi di beberapa provinsi barat Turki.

Dia lantas menulis sebuah artikel untuk surat kabar Cumhuriyet, setelah menyadari bahwa pemerintah tidak mengambil tindakan atas temuan hasil penelitian tersebut.

"Penelitian ini dengan jelas mengungkapkan sejauh mana sumber daya air telah terkontaminasi oleh bahan beracun," kata Dr Sik kepada wartawan usai pembacaan vonis pengadilan.

"Tetapi putusan pengadilan menunjukkan bahwa hasil penelitian yang secara langsung menyangkut kesehatan masyarakat dapat disembunyikan. Ini tidak dapat diterima," tambahnya.

Dr Sik tidak ditahan pada Kamis sambil menunggu hasil pengadilan banding.

Kelompok hak asasi dan aktivis lingkungan menuduh pemerintah telah gagal dalam menegakkan peraturan lingkungan di tengah ledakan industri yang pesat di banyak wilayah di Turki.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved