Berita Internasional

Numpang Delegasi Vanuatu, Tokoh OPM Benny Wenda Tak Dizinkan Masuk Ruang Sidang Umum PBB

Benny Wenda yang diduga menjadi dalang kerusuhan di Papua tidak di ijinkan masuk ke ruang sidang karena PBB saat ini memiliki peraturan baru.

Numpang Delegasi Vanuatu, Tokoh OPM Benny Wenda Tak Dizinkan Masuk Ruang Sidang Umum PBB
(Foto: freewestpapua.org)
Walikota Oxford, Moh Niaz Abbasi, didampingi Benny Wenda, Andrew Smith, dan Mantan Walikota Oxford, Elise Benjamin saat membuka Kantor Perwakilan Papua Merdeka di Oxford

BANJARMASINPOST.CO.ID, NEW YORK - Kali ini Benny Wenda yang mengklaim sebagai tokoh perjuangan Papua Merdeka dan kini bermukim di Oxford Inggris, tidak diijinkan masuk ke ruang sidang umum PBB di New York, Amerika Serikat.

Sosok Benny Wenda awalnya berupaya masuk ke ruang sidang.

Ketika sidang Majelis Umum PBB yang diikuti perwakilan ratusan negara seluruh dunia sedang berlangsung.

Nah, Benny Wenda yang diduga menjadi dalang kerusuhan di Papua tidak di ijinkan masuk ke ruang sidang karena PBB saat ini memiliki peraturan baru.

“Kini PBB punya aturan baru, hanya warga negara resmi dari negara peserta yang bisa masuk dan hadir dalam Sidang Umum PBB,” kata Delegasi RI asal Papua, Nick Messet, melalui pesan WA, Jumat 27/9/2019) malam.

Nah, Benny Wenda sebelumnya mencoba masuk ke ruang sidang melalui delegasi Vanuatu.

Baca: Jawaban Yasonna Soal Jokowi Pertimbangkan Terbitkan Perppu UU KPK : Nggak Tahu Saya Terlambat Tadi

Nick Messet (kedua kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla saat sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat.

“Benny Wenda cs mau masuk ruang sidang PBB dengan ikut delegasi Vanuatu tapi tidak diijinkan, karena peraturan PBB kali ini cukup keras,” ungkap Messet.

Sehingga, Benny Wenda tidak lagi bisa ikut delegasi Vanuatu seperti sebelum-sebelumnya.

“Saya kira ini bagus sekali, peraturan PBB cukup ketat bagi setiap peserta Sidang Umum PBB,” ungkap Messet.

Halaman
1234
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved