Tak Tersentuh Pemerintah, Al Khairat Martapura Patungan Rawat Makam Ini

Mereka tetap melakukan kegiatan penelusuran makam Pedatuan Banjar. Termasuk berupaya melakukan perawatan meski harus patungan.

Tak Tersentuh Pemerintah, Al Khairat Martapura Patungan Rawat Makam Ini
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Pegiat Komunitas Peduli Makam Al Khairat gotong royong membersihkan dan meninggikan area makam Pedatuan di Kelurahan Keraton, Martapura, Sabtu (28/09/2019) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kegiatan sosial yang dilakukan Komunitas Peduli Makam Al Khairat, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga kini tak tersentuh uluran tangan pemerintah.

Meski begitu mereka tetap melakukan kegiatan penelusuran makam Pedatuan Banjar. Termasuk berupaya melakukan perawatan meski harus patungan.

"Hari ini kami bergotong toyong di makam Pangeran Husin Mangkubumi Nata, adik Sultan Adam Al Wasiqubillah, anak Sultan Sulaiman Rahmatullah," ucap Uhibbul Hudda, pegiat Komumitas Peduli Makam Al Khairat, Sabtu (28/09/2019).

Makam tersebut berlokasi di belakang tower based transciever station (BTS) atau belakang Madrasah SMIH Hidayatullah di depan PLN Rating Martapura di wilayah Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura.

Baca: Senggol Truk Tangki, Datsun Seruduk Warung Warga di Gunung Kayangan Hingga Roboh

Para relawan yang bekerja sebanyak 15 orang. Hudda bersama rekan-rekannya menggunakan peralatan seperti gerobak untuk masuk ke lokasi karena jalannya sempit berupa gang.

"Kami meninggikan area pemakaman menggunakan tamah urug. Sejak pagi hingga sekitar tengah hari kami gotong-royong," beber Hudda.

Material tanah urug yang dipesan dari Banjarbaru tersebut sebanyak enam kubik seharga Rp 350 ribu. Hudda dan rekan-rekannya iuran sukarela.

Ia mengatakan komunitasnya memiliki visi misi kami mencari dan meluruskan sejarah serta melaksanakan haul para zuriat Pedatuan yang tak diketahui lagi keberadaannya sejak sebelum perang Banjar dan saat terjadi perang Banjar.

Hingga saat ini, organisasi tersebut murni berjalan secara swadaya sesuai kemampuan. "Belum pernah tersentuh oleh pemerintah daerah kabupaten maupun pemerintah provinsi,. Belum ada donatur yang membiayai kegiatan kami di lapangan," sebutnya.

Peduli Makam Al Khairat, bebernya, terbentuk sejak tahun 2011 di kediaman KH Anang Djazoul Seman, Martapura. Sejak itu pula hingga sekarang belum ada uluran tangan dari pemerintah.

Baca: Krisis Air Bersih, Warga Tepi Sungai Kuin Banjarmasin Bara Beramai-ramai Siapkan Wadah Penampungan

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved