Berita Tanahbumbu

Aipda Hari Padamkan Api Pakai Peralatan Seadanya, Kapolsek Terus Imbau Warga Tak Bakar Lahan

Belum berakhirnya kemarau panjang siklus musim lima tahunan itu, hingga sekarang masih menjadi ancaman terutama kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Aipda Hari Padamkan Api Pakai Peralatan Seadanya, Kapolsek Terus Imbau Warga Tak Bakar Lahan
HO/Polsek Angsana
Anggota Polsek Angsana mendatangi titik api yang membakar lahan dan melakukan pemadaman api agar tidak meluas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Meski beberapa diguyur hujan intensitas ringan, namun terjadi tidak secara merata sepertinya belum mengakhiri musim kemarau panjang tahun ini melanda daerah di Kalimantan Selatan. Tidak kecuali Kabupaten Tanahbumbu.

Belum berakhirnya kemarau panjang siklus musim lima tahunan itu, hingga sekarang masih menjadi ancaman terutama kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Menyusul masih adanya ancaman itu, semua pihak terlibat dalam penanggulangan dan penanganan karhutla yang katagorikan sebagai bencana nasional tersebut pun terus menyiagakan diri.

Seperti terjadi di Kecamatan Angsana, Kamis (26/9/2019) lalu. Kejadian karhutla terjadi di Desa Karang Indah, sempat membuat kerepotan personel Kepolisian Sektor (Polsek) Angsana.

Upaya pemadaman kebakaran dilakukan lima orang anggota Polsek Angsana, dipimpin Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (KA SPK) Aipda Hari Wibowo, waktu itu terpaksa harus berjibaku memadamkan api agar tidak meluas.

Baca: NEWSVIDEO : Kabut Asap Menyelimuti Kota Rantau, BPBD Tapin Bagikan Masker Gratis

Dilakukan Aipda Hari Wibowo bersama-sama lima anggota lainnya harus berjibaku, lantaran tidak didukung peralatan pemadaman yang memadai.

Namun hanya dengan menggunakan peralatan seadanya seperti ranting kayu yang dipukulkan sebagai upaya pemadaman dan titik api tidak meluas. Ditambah lagi, saat terjadi kebakaran angin bertiup cukup kencanang. Membuat personel sempat kuwalahan.

Meski demikian, dengan bersusah payah. Dibantu warga, anggota yang melaksanakan patroli saat itu pun akhirnya berhasil 'menjinakan' api yang membakar lahan belukar tersebut sehingga tidak meluas.

Kapolres Tanahbumbu AKBP Sugianto Marweki SIK melalui Kapolsek Angsana Iptu H Tony Haryono SE.MM, membenarkan anggotanya saat melakukan patroli sempat berjibaku memadamkan api yang membakar sebuah lahan di Desa Karang Indah.

Dengan kejadian itu, Tony kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tidak ada lagi melakukan aktivitas membakar. Karena rawan terjadi kebakaran, mengingat musim kemarau yang panjang saat ini.

"Jika membakar hutan dengan konsidi saat ini, api akan mudah membesar dan meluas. Sehingga tidak dapat terkendali. Selain tingginya sanksi hukum bagi warga yang melakukan karhutla yaitu 10 tahun penjara dengan denda Rp 10 miliar," pesan Kapolsek.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved