Berita HSS

Kepergok Nyetrum Ikan, Petani Desa Muning Ditangkap, 40 Ekor Ikan Gabus jadi Barang Bukti

Penangkapan ikan secara illegal masih saja terjadi di wilayah perairan rawa Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Kepergok Nyetrum Ikan, Petani Desa Muning Ditangkap, 40 Ekor Ikan Gabus jadi Barang Bukti
Humas Polres HSS
barang bukti alat nyetrum yang disita Polsek Kandangan, Sabtu 28 September 2019 di Danau Bangkau 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Penangkapan ikan secara illegal masih saja terjadi di wilayah perairan rawa Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Menggunakan accu, seorang warga Jalan Nagara Kandangan Desa Muning Baru RT 004 RW 001, Kecamatan Daha Selatan, HSS, kepergok polisi usai melakukan penyetruman, di Desa Dana Bangkau Rt 004, Kecamatan Kandangan, Sabtu 28 September 2019, pukul 15.00 wita.

Warga tersebut, Mulyadi (47), ditangkap saat kedapatan membawa satu keranjang ikan dari bambu, berisi 40 ekor ikan haruan (gabus).

Petani yang akrab disapa Baba itu juga membawa satu accu merk Yuasa yang sudah dirakit, satu buah karung merk Cakra Kembar, satu keranjang plastik yang sudah dirakit menjadi tas, dua tembaga kuningan serta empat ekor ikan papuyu.

Baca: Ketakutan Rezky Aditya Ungkap Pertemuan dengan Keluarga Citra Kirana, Eks Irish Sebut Kepastian

Baca: Keraguan Eks Mertua Veronica Tan ke Puput Nastiti Devi Saat Dinikahi Ahok BTP Terungkap

Baca: Curhat Cut Meyriska pada Raffi Ahmad Tentang Roger Danuarta yang Berubah Setelah Menikah

Baca: Mahfud MD Bocorkan Rencana Jokowi Terkait UU KPK, Minta Mahasiswa Ganti Tuntutan Jika Kembali Demo

Kapolres HSS AKBP Dedy Eka Jaya, melalui Kasubbag Humas Polres HSS, Iptu Sugandhi Ranu, Minggu (29/9/2019) menjelaskan, sebelum tertangkap, jajaran Polsek Kandangan, mendapat laporan dari masyarakat, ada orang yang dicurigai melakukan penangkapan ikan dengan cara menyetrum.

Kapolsek Iptu Yaya Supriadi bersama anggota Polsek Kandangan langsung merespons, dengan mendatangi lokasi yang diduga ada tindak pidana tersebut.

“Setelah sampai di Danau Bangkau, salah satu anggota Polsek melihat seseorang berjalan kaki dengan membawa keranjang ikan.
Selanjutnya, memeriksa keranjang ikan tersebut dan ditemukan alat setrum ikan di dalam keranjang. Anggota Polsek langsung melakukan penyitaan, dan membawa tersangka ke Mapolsek Kandangan untuk proses hukum lebil lanjut,” kata Gandhi.

Tersangka pun dijerat pasal 84 ayat 1 UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan yang diubah dan ditambah dengan UU RI No 45 tahun 2009 tentang Perubahan UU RI Nomor 31 Tahun 2004, yaitu melakukan penangkapan ikan dengan cara penyetruman.

Di pasal tersebut di sebutkan, menangkap ikan dengan cara tersebut diancam pidana penjara maksimal empat tahun, serta denda maksimal Rp 1,2 miliar.

Diketahui, musim kemarau merupakan masa panen ikan di alam liar perairan rawa.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved