Berita Tabalong

Langgar Kesepakatan, Koperasi An Noor Desa Saradang Sempat Boikot Armada PT BES

Pihak koperasi meminta adanya pembayaran parkir atau lintasan, namun sejak Desember 2018 tidak dibayarkan.

Langgar Kesepakatan, Koperasi An Noor Desa Saradang Sempat Boikot Armada PT BES
banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati
Koperasi An Noor Desa Saradang sempat memboikot armada PT BES karena perusahaan batubara itu tidak menepati kesepakatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Dinilai melanggar kesepakatan yang telah disepakati, Koperasi An Noor Desa Saradang Kecamatan Haruai sempat memboikot armada milik PT Bumi Energi Sentosa (BES) yang melewati Desa Saradang

Pihak koperasi meminta adanya pembayaran parkir atau lintasan, namun sejak Desember 2018 tidak dibayarkan.

Kepala Koperasi An Noor Aliani mengatakan hingga Desember 2018 tunggakan yang belum dibayarkan adalah Rp 160 juta.

“Kami berharap pihak perusahaan bisa segera membayar tunggakan tersebut. Saat ini aktifitas PT BES masih seperti biasa,"katanya.

Baca: Diisukan Jalan Rumah Sakit Hadji Boejasin Pelaihari Berbagi Dengan Mall, Ini Penjelasan PT Perembe

Baca: Berpura-pura Membeli, Tegar Ternyata Mencuri Vape, Pemilik Toko Bertindak dan Lakukan Ini

Baca: Ungkapan Cinta Rezky Aditya di Publik Dibalas Citra Kirana, Kode Pernikahan Eks Irish Bella Dekat?

Baca: Barito Putera Menang di Kandang, Djanur Malah Puji Permainan Persebaya Surabaya

PT BES merupakan perusahaan pertambangan batu bara yang mengirimkan batubara kepada PT Conch, letak operasional penambangannya juga berada di belakang PT Conch. Namun perusahaan ini diduga ilegal dan tidak memiliki izin.

Dari Pantauan Banjarmasin Post, letak lokasi penambangan bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.

Disebelah kanan dari kantor PT Conch Desa Saradang Kecamatan Haruai terdapat jalan masuk yang masih berupa tanah berbatu.

Dengan melewati jalan tersebut sekitar dua kilometer masuk terdapat disebelah kanan jalan terdapat bekas galian.

Saat melewati bagian depan lokasi penambangan terdapat pagar yang terbuat dari seng dibagian kanan dan kiri menuju jalan masuk.

Dari depan terlihat tumpukan baru bara, namun tidak ada aktifitas penambangan karena saat itu merupakan jam istirahat.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved