Berita Banjarmasin

Penurunan Distribusi Air Tertinggi di Banjarmasin Barat, Terendah di Banjarmasin Timur dan Selatan

Berjuluk sebagai kota seribu sungai, Kota Banjarmasin belum menjamin seluruh warganya bisa terbebas dari ancaman krisis air bersih.

Penurunan Distribusi Air Tertinggi di Banjarmasin Barat, Terendah di Banjarmasin Timur dan Selatan
banjarmasinpost.co.id/ghanie
evaluasi distribusi di musik kemarau 2019 oleh PDAM Bandarmasih. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berjuluk sebagai kota seribu sungai, Kota Banjarmasin belum menjamin seluruh warganya bisa terbebas dari ancaman krisis air bersih.

Terlebih di tengah musim kemarau yang cukup ekstrem 2019 ini, keberadaan air yang berlimpah seolah terbantahkan akibat pengaruh intrusi air laut yang kian hari kian tinggi.

Berdasarkan data PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Bandarmasih Kota Banjarmasin, intrusi air laut tercatat sampai Sabtu (28/9/2019) kemarin masih berkisar 4.000 mg lebih perliternya.

Angka tersebut padahal sudah termasuk pengaruh positif oleh hujan yang sempat mengguyur kota Banjarmasin dan sekitarnya selama dua hari kemarin.

Baca: Siswi MTs Diculik dan Dicabuli Pria Pengangguran Pecandu Film Porno, Ortu Lapor Polisi, Ini Faktanya

Baca: Gaya Ayu Ting Ting Saat Berlibur Saingi Syahrini Istri Reino Barack, Penampilan Sahabat Ruben Onsu

Baca: Tepergok Mesum dengan 8 Pria, Janda 22 Tahun Ini Mengaku Dirudapaksa, Begini Kronologinya

M Nur Wakhid, Humas PDAM Bandarmasih menjelaskan, tingginya intrusi air laut menyebabkan pihaknya masih bergantung dengan instalasi pengolahan air (IPA) II Pramuka.

Bersumber pada intake Sungai Tabuk, sehingga jika pendistribusian air bersih di IPA II hanya memenuhi kebutuhan air bersih di dua kecamatan yakni Banjarmasin Timur dan Selatan, kini juga harus melayani tiga kecamatan lainnya yakni Banjarmasin Tengah, Barat, dan Utara.

Tak ayal hal itu pun mengakibatkan terjadinya deviasi atau penurunan pada pendistribusian air bersih di sejumlah wilayah.

Data PDAM Bandarmasih, deviasi tertinggi terjadi di wilayah Banjarmasin Barat atau mencapai 55 persen.

Sedangkan untuk pelanggan air leding di wilayah kecamatan Banjarmasin Utara atau sebelah kiri Jalan Brigjen Hasan Basry arah ke RSUD Anshari Saleh Banjarmasin, deviasi mencapai 26 persen.

Sedangkan Banjarmasin Timur dan Selatan penurunan distribusi air bersih hanya mencapai 10 persen.

"Sehingga jika dirata-rata penurunan terjadi di tiga lokasi tersebut yakni sebesar 30 persen," jelas Wakhid.

(banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved