Kriminalitas Regional

Polisi yang Tabrak Mahasiswa Bakal Dihukum, Kapolda Sulsel : Sudah dalam Situasi Chaos

Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe menegaskan tetap akan memberikan sanksi kepada aparat yang mengendarai kendaraan taktis

Polisi yang Tabrak Mahasiswa Bakal Dihukum, Kapolda Sulsel : Sudah dalam Situasi Chaos
KOMPAS.COM/HIMAWAN
Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe bersama Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah saat menjenguk Dicky Wahyudi mahasiswa Unibos yang jadi korban tabrak kendaraan taktis polisi di Rumah Sakit Ibnu Sina, Minggu (29/9/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MAKASSAR - Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe menegaskan tetap akan memberikan sanksi kepada aparat yang mengendarai kendaraan taktis (rantis) yang menabrak mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) dan pengemudi ojek daring sewaktu aksi unjuk rasa di Makassar, Jumat (29/9/2019).

Guntur menyebutkan, pengendara kendaraan taktis tersebut tidak sengaja.

Namun, meski sopir tersebut tidak sengaja, Guntur mengatakan, dalam Undang-Undang Lalu Lintas, sopir yang mengendarai kendaraan yang menabrak warga tetap dihukum sesuai Pasal 360 KUHP.

"Dalam UU Lalu Lintas itu, meski tidak sengaja suatu pengemudi atau suatu orang yang melakukan suatu kegiatannya sehingga mengakibatkan cederanya orang kan gitu, tetap disalahkan kena Pasal 360 KUHP," kata Guntur, Minggu (29/9/2019).

Baca: Pecahkan Rekor Legenda-legenda Liga Inggris, Pemain Man City Ini Catat 200 Kemenangan

Baca: BREAKING NEWS - Kecelakaan Maut di Pasar Sungkai Kabupaten Banjar, Jenazah Ditutup Daun Pisang

Baca: Sekwan Kalsel Sudah Kantongi SK Unsur Pimpinan DPRD Kalsel Definitif, Ini Orang-orangnya

Guntur mengatakan, mobil rantis yang melaju dalam kecepatan tinggi itu untuk mendesak pengunjuk rasa membubarkan diri yang saat itu sudah dalam situasi chaos.

Guntur menambahkan, kini ada empat aparat yang diperiksa Propam Polda Sulsel. Meskipun demikian, Guntur enggan menyebutkan nama-nama keempat aparat yang mengendarai mobil rantis itu.

"Jadi walaupun sopir baraccuda ini tidak sengaja, tentu tidak sengaja tapi yang bersangkutan tetap dihukum berdasarkan dengan Pasal 360 KUHP," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, kendaraan taktis Brimob Polda Sulsel menabrak dua orang sewaktu aksi unjuk rasa di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, berakhir bentrok pada Jumat (27/9/2019) malam.

Tabrakan pertama dialami oleh pengemudi ojek daring bernama Irfan Rahmatullah yang mengalami patah kaki usai ditabrak.

Setelah itu, mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) Makassar bernama Dicky Wahyudi juga ditahrak sewaktu ingin menghindari mobil tersebut.

Dicky sempat mengalami kritis dan dibawa lari ke Rumah Sakit Ibnu Sina untuk dioperasi usai kejadian ini.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved