Berita Regional

Setelah Habisi 3 Warga, KKB Kontak Senjata dengan TNI di Puncak Papua, Nyatakan Siap Berperang

Kelompok kriminal bersenjata ( KKB) terus menebar ancaman di kabupaten Puncak, Papua. Mereka melakukan pembakaran.

Setelah Habisi 3 Warga, KKB Kontak Senjata dengan TNI di Puncak Papua, Nyatakan Siap Berperang
(ANTARA/HO/pri)
Ilustrasi-Aksi demonstrasi diwarnai pembakaran kios di Fakfak, Papua Barat, Rabu (21/8/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAYAPURA -Tak cukup melakukan pembunuhan terhadap 3 warga sipil dalam 2 kejadian terakhir, Kelompok kriminal bersenjata ( KKB) terus menebar ancaman di kabupaten Puncak, Papua.

Ketakutan pun ditebar dengan melakukan pembakaran di Kampung Kiamak.

"Kemarin ada pembunuhan terhadap pedagang di bandara, lalu malamnya mereka masuk dengan jumlah yang besar dan melakukan pembakaran di Kampung Kimak. Ada beberapa kios yang ada di kampung situ dibakar," ujar Bupati Puncak Willem Wandi saat dihubungi, Minggu (29/9/2019).

Namun, aksi KKB terus berlanjut hari ini. Mereka masuk ke Distrik Ilaga dan melakukan kontak senjata dengan aparat keamanan.

"Lalu dilanjutkan tadi pagi di Ilaga, dengan kontak senjata antara KKB dengan TNI yang bertahan menjaga Ilaga. Mereka betul terang-terangan beraksi di siang hari," kata Willem.

Baca: Melebihi Musim Kemarau Indonesia, Inilah 11 Tempat di Dunia Memiliki Panas Paling Ekstrem

Baca: Polisi yang Tabrak Mahasiswa Bakal Dihukum, Kapolda Sulsel : Sudah dalam Situasi Chaos

Baca: Riam Adungan Miliki Potensi Wisata Arung Jeram, Juga Ada Batuan Karst dan Gua

Baca: Pembengkakan Dialami Irish Bella Saat Hamil, Istri Ammar Zoni Pun Kerap Rasakan Hal Ini

Willem meminta seluruh masyarakat untuk selalu waspada menghadapi teror KKB.

Selain itu, Willem meminta TNI-Polri untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil yang ada di Ilaga.

Ia pun menyatakan akan segera kembali ke Ilaga untuk membahas situasi terkini dan mencari solusi bagi masyarakat.

"Besok saya akan ke Ilaga dan kita akan rapatkan agar masyarakat yang ketakutan, dalam jangka waktu yang pendek kita kirim ke Mimika. Kalau kita bertahan di sana pasti mereka tidak tenang," kata Willem.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto membenarkan adanya pembakaran honai atau rumah adat milik Kepala Distrik Kimak, pada Sabtu malam.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved