Berita Banjarbaru

Air PDAM Macet, Warga Cahaya Pelangi Banjarbaru Menimba Air Sumur

Dalam satu pekan terakhir ini, beberapa wilayah di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Lianganggang tidak bisa menikmati distribusi air bersih

Air PDAM Macet, Warga Cahaya Pelangi Banjarbaru Menimba Air Sumur
Warga Cahaya Pelangi
Suasana antrean menimba sumur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dalam satu pekan terakhir ini, beberapa wilayah di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Lianganggang tidak bisa menikmati distribusi air bersih dari PDAM Intan Banjar.

Seperti di Wilayah Cahaya Pelangi 1 Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Lianganggang, tidak mendapatkan pasokan air bersih.

"Ditempat kami sudah 11 hari ini tidak mendapatkan air bersih PDAM," kata Sari, Warga Kelurahan Landasan Ulin Utara, Senin, (30/9).

Dikatakannya, dirinya sudah sampai begadang pada dini hari untuk bisa mendapatkan air bersih dari PDAM. Namun tetap belum bisa mendapatkannya.

"Airnya tidak mengalir. Hanya angin yang keluar. Kita berharap, air bersih bisa segara mengalir di tempat," keluhnya.

Baca: Mahasiswa HSS Tolak UU KPK Hasil Revisi dan Minta Pemkab Sediakan 2 Unit Pemadam untuk Karhutla

Baca: Jadwal Liga Champion Siaran Langsung SCTV : Barcelona vs Inter Milan & Tottenham vs Bayern, Madrid?

Baca: Pemkab Batola Kebut Pembangunan Jejangkit Eco Park, Bupati Noormiliyani : 2022 Diperkirakan Selesai

Untuk memenuhi air bersih, dirinya bersama dengan warga lainnya memanfaatkan sumur yang ada dimiliki oleh warga setempat.

"Sumur yang ada airnya disini hanya ada dua saja. Sehingga harus antre untuk mendapatkan air. Airnya juga harus di timba," tambahnya.

Direktur Utama PDAM Intan Banjar, Syaiful Anwar melalui Pelaksana Subbag Humas dan Hukum, Hikmatullah, menjelaskan bahwa terjadi peningkatnya konsumsi masyarakat selama musim kemarau ini.

Dengan bayaknya konsumsi air membuat tekanan air di sejumlah wilayah mengalami penurunan.

Bagian Rekening PDAM Intan Banjar bahkan mencatat pelanggan selama dua bulan terakhir ini membutuhkan air mencapai empat hingga lima kubik.

"Sehingga distribusi air harus terbagi-bagi. Pelanggan yang tempat tinggalnya lebih jauh, terdampak dengan distribusi air, karena air lebih dulu terpakai di wilayah-wilayah yang terdekat," katanya.

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya sudah berkoordinasi dan meminta pasokan distribusi dari Banjarbakula.

Selain itu, bagi warga yang masih belum mendapatkan distribusi air bersih PDAM, bisa melalui kordinator RT setempat untuk menghubungi pihak PDAM.

Pendistribusian air bersih PDAM terus dimaksimalkan. Pihaknya juga menghimbau kepada warga agar bisa lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air, sehingga kawasan yang jauh bisa juga mendapatkan distribusi air (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved