Ekonomi dan Bisnis

Bea Cukai Lakukan Penertiban, Ini Sederet Fakta soal Jastip Nakal, Salah Satunya Langganan Artis

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan tengah melakukan peneriban praktik impor ilegal dengan modus jasa titipan ( jastip).

Bea Cukai Lakukan Penertiban, Ini Sederet Fakta soal Jastip Nakal, Salah Satunya Langganan Artis
(SHUTTERSTOCK/KAISAYA)
Ilustrasi jasa titip (jastip) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Bea Cukai telah menindak 422 kasus jasa titipan ( Jastip) nakal sepanjang 2019 dan berhasil menyelamatkan uang negara dari pajak impor sekitar Rp 4 miliar. 

Dilansir dari Kompas.com, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan tengah melakukan peneriban praktik impor ilegal dengan modus jasa titipan ( jastip).

Pasalnya, para pelaku jastip dianggap merugikan retailer dalam negeri lantaran bisa menjual barang mereka dengan harga super miring akibat menghindar dari kewajiban pembayaran bea impor hingga kewajiban perpajakan lain.

Jastip tersebut menggunakan modus splitting, yakni memecah barang pesanan titipan kepada orang-orang tertentu dalam satu rombongan.


Fenomena jasa titip kian menjamur seiring tumbuhnya konsumen kelas menengah yang gemar berbelanja, siapapun bisa membuka layanan jasa titip, mulai remaja hingga Ibu rumah tangga menekuni profesi jastip sebagai pekerjaan sampingan seperti kehadiran titipbeliin.com. TRIBUNNEWS.COM/IST (TRIBUNNEWS.COM/IST)

Dengan demikian, mereka bisa mengakali batas nilai pembebasan bea impor sebesar 500 dollar AS yang diatur dalam Peraturan menteri Keuangan nomor 203/PMK.04/2017.

Baca: Produk-produk ini Paling Populer di Kalangan para Pengguna Jasa Titipan

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi menjelaskan, beberapa modus yang digunakan para pengusaha nakal ini. Pertama, dengan mengirimkan orang-orang berkedok liburan. Mereka dibayar untuk membawa koper kosong yang kemudian diisi dengan barang-barang mewah dari luar negeri.

“Dengan kata lain, mereka lakukan split terhadap nilai barang. Padahal semua barang ini milik satu orang saja,” kata dia di Jakarta

Meurut dia, modus tersebut mirip dengan split barang yang dikirim untuk dijual di e-commerce. Adapun pengiriman barang melalui e-commerce sudah dipasang program anti splitting sejak tahun lalu, dan kemudian beralih ke modus split jasa penumpang.

Adapun berikut fakta-fakta lain terkait impor ilegal berkedok jastip:

Halaman
1234
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved