Kesehatan

Kenali 6 Penyebab Henti Jantung (Cardiac Arrest) dan 6 Menit yang Menentukan

Cardiac arrest atau henti jantung adalah detak jantung yang tiba-tiba berhenti. Cardiac arrest bisa terjadi pada siapapun, kapanpun dan dimanapun.

Kenali 6 Penyebab Henti Jantung (Cardiac Arrest) dan 6 Menit yang Menentukan
YOUR HEALTH SUPPORT
Ilustrasi serangan jantung. 

“Kalau jantung berdenyut cepat atau fibrilasi, tidak ada darah yang dipompa, cuma berdenyut saja,” tuturnya.

Penyebab terakhir yang paling sering adalah kelainan katup jantung. Antara bilik kiri kanan, serambi kiri kanan, otot jantung ada gangguan, sehingga aliran di sana menjadi kacau.

6 Penyebab Henti Jantung (Cardiac Arrest)

  • 1. Serangan jantung mendadak disebut Angin Duduk
  • 2. Penebalan dinding jantung (Kadiomiopati)
  • 3. Kelainan sistem listrik jantung
  • 4. Kelainan pembuluh darah jantung akibat pengapuran
  • 5. Jantung tiba-tiba berdetak cepat (fibrilasi)
  • 6. Kelainan katup jantung
    Ilustrasi
    Ilustrasi (Kompas.com/shutterstock)

Purba menjelaskan, gejala cardiac arrest biasanya diawali pusing luar biasa, diikuti napas pendek tersengal-sengal.

Kemudian dada terasa sakit luar biasa, detak jantung tidak teratur dan tambah cepat. Jika sudah seperti itu, biasanya diikuti kejang-kejang. Baik di tangan, kaki, dan akhirnya pasien pingsan.

“Kalau kita temukan seperti itu, kita berlomba dengan waktu. Sebab meninggalnya seseorang karena cardiac arrest bukan karena tidak ada ahli jantung atau bukan karena fasilitas UGD, tapi ditentukan siapa yang menemukan pertama kali,” imbuhnya.

“Karena jantung tidak boleh kekurangan oksigen, kekurangan darah lebih dari 6 menit,” tuturnya.

Gajela Cardiac Arrest Biasanya Diawali :

  • 1. Pusing-pusing luar biasa
  • 2. Napas pendek tersengal-sengal
  • 3. Dada terasa sakit luar basa
  • 4. Detak jantung tak teratur dan bertambah cepat
  • 5. Kejang-kejang di tangan dan kaki
  • 6. Pingsan

Bila masyarakat menemukan orang dengan detak jantung tidak berdenyut, tidak bernapas, segera beri bantuan hidup dasar (CPR).

“Pompa jantungnya, beri pernapasan dengan meniup mulutnya. Sambil kita bawa ke UGD terdekat,” ungkapnya.

ilustrasi
ilustrasi (shutterstock)
Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved