Berita Banjarmasin

Ketua Dewan Kalsel Komitmen Tolak Eksplorasi Pertambangan di Pegunungan Meratus

Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalsel dengan agenda pengucapan sumpah janji Unsur Pimpinan DPRD Provinsi Kalsel diwarnai aksi demo, Senin (30/9/2019).

Ketua Dewan Kalsel Komitmen Tolak Eksplorasi Pertambangan di Pegunungan Meratus
BANJARMASINPOST.co.id/achmad maudhody
Suasana Unjuk Rasa di Jalan Lambung Mangkurat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalsel dengan agenda pengucapan sumpah janji Unsur Pimpinan DPRD Provinsi Kalsel diwarnai aksi demo, Senin (30/9/2019).

Ratusan massa yang didominasi para mahasiswa dari berbagai organisasi mahasiswa Kalsel ini utamanya menuntut pemerintah untuk segera menerbitkan Perppu KPK dan menuntut pihak terkait untuk melakukan perombakan dan pengkajian ulang terhadap RUU KUHP yang dinilai bermasalah.

Namun tak hanya itu, massa juga sempat menyuarakan aspirasi dan penolakannya terhadap operasional pertambangan di kawasan Pegunungan Meratus di Kalsel.

Ketua DPRD Provinsi Kalsel H Supian HK yang menemui langsung para pengunjuk rasa nyatakan pihaknya juga mendukung apa yang menjadi tuntutan massa.

Baca: Mahasiswa HSS Tolak UU KPK Hasil Revisi dan Minta Pemkab Sediakan 2 Unit Pemadam untuk Karhutla

Baca: Jadwal Liga Champion Siaran Langsung SCTV : Barcelona vs Inter Milan & Tottenham vs Bayern, Madrid?

Baca: Ada Cut Meyriska & Roger Danuarta! Jadwal Film Tayang di Bioskop Oktober 2019, Joker & Malificent 2

Bahkan, H Supian HK nyatakan dirinya sejak menjabat sebagai Komisi III DPRD Provinsi Kalsel di masa jabatan 2014-2019 berjanji akan mengundurkan diri jika perbukitan Meratus dijadikan lahan operasional pertambangan batubara.

"Kami sudah sejak menjadi Ketua Komisi III sudah komitmen, bilamana Gunung Meratus dieksplorasi, saya akan mundur kalau saya tidak bisa memperjuangkan. Begitu juga yang ditandatangani bersama mahasiswa hari ini," kata H Supian HK.

Mendapat respon dari para Wakil Rakyat, hampir tak ada ketegangan terjadi sepanjang aksi unjuk rasa kali ini.

Massa pun akhirnya membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 13.30 WITA.

Aksi unjuk rasa ini mendapat pengawalan cukup ketat dari Kepolisian yang menyiagakan ratusan personel dan lima unit mobil water cannon. (banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved