Berita HSS

Mahasiswa HSS Tolak UU KPK Hasil Revisi dan Minta Pemkab Sediakan 2 Unit Pemadam untuk Karhutla

Sebanyak 30 orang perwakilan mahasiswa STAI Darul Ulum mendatangi DPRD Hulu Sungai Selatan, Senin (30/9/2019).

Mahasiswa HSS Tolak UU KPK Hasil Revisi dan Minta Pemkab Sediakan 2 Unit Pemadam untuk Karhutla
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Penyerahan dokumen pernyataan sikap HMI Cabang Kandangan, oleh Ketua Umum, AL Ihwan Humaidi kepada Wakil Ketua DPRD HSS 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Sebanyak 30 orang perwakilan mahasiswa STAI Darul Ulum mendatangi DPRD Hulu Sungai Selatan, Senin (30/9/2019).

Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi, menolak RUU KUHP dan UU KPK hasil revisi, dengan alasan yang sama dengan yang telah disampaikan mahasiswa di berbagai daerah, yaitu melemahkan KPK sebagai lembaga indipenden.

Selain menyampaikan isu nasional, mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang KAndangan itu juga menyampaikan sejumlah isu daerah yang menurut mereka harus disikapi serius DPRD mauapun Pemkab HSS.

Meski aksi mahasiswa yang meminta audensi tersebut bukan berdemontrasi dan tak ada orasi, sejumlah aparat kepolisian melakukan pengawalan cukup ketat.

Baca: Jadwal Liga Champion Siaran Langsung SCTV : Barcelona vs Inter Milan & Tottenham vs Bayern, Madrid?

Baca: Pemkab Batola Kebut Pembangunan Jejangkit Eco Park, Bupati Noormiliyani : 2022 Diperkirakan Selesai

Baca: Ada Cut Meyriska & Roger Danuarta! Jadwal Film Tayang di Bioskop Oktober 2019, Joker & Malificent 2

Jalan Antasari, yang merupakan akses ke pintu masuk Gedung DPRD ditutup.

Sejumlah anggpta polisi dan inter juga terlihat bertebaran di luar maupun di dalam gedung DPRD. Bahkan, 30 mahasiswa yang datang dengan tertib hanya 10 orang yang dibolehkan pihak kepolisian masuk ke ruang pertemuan di lantai dua ruang rapat.

“Padahal, sesuai surat kami, kami meminta 30 orang perwakilan ikut hadir langsung,” kata Ketua Umum HMI HSS Al Ikhwan Humaidi.

Kedatangan mahasiswa disambut Wakil Ketua DPRD HSS, H AKhmad Kusasi dan Modi Maualidi. Setelah mengadakan dialog sekitar satu jam, mahasiswa lainnya yang menunggu di luar akhirnya diperbolehkan masuk.

“Kami hadir ke sini, untuk didengar aspirasi, sekalian silaturahmi. Tiak ada niat berbuat onar,” ungkap Ikhwan.

Pada kesempatan itu, dia menyampaikan lima poin pernyataan sikap, yaitu meminta agar UU KPK dicabut atau ditinjau kembali karena berpotensi melemahkan KPK. Selanjutnya, meinta tindakan tegas terhadap pelaku pembakar lahan dan hutan, meminta aparat penegak hukum menindak penganiayaya mahasiswa saat melakukan demontrasi Selasa lalu.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved