Berita Banjarbaru

Pemko, TNI-Polri dan BPBD Kota Banjarbaru Apresiasi Masyarakat Peduli Karhutla

Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani, Minggu (29/9/2019) malam berkumpul dengan relawan pemadam kebakaran dan masyarakat peduli api, TNI dan Polri

Pemko, TNI-Polri dan BPBD Kota Banjarbaru Apresiasi Masyarakat Peduli Karhutla
banjarmasinpost.co.id/nurkholis huda
Wali Kota Nadjmi Adhani, bersama Dandim dan masyarakat peduli api serta Damkar Swasta di Banjarbaru kumpul malam-malam menerima arahan dan apresiasi dari Wali Kota 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani, Minggu (29/9/2019) malam berkumpul dengan relawan pemadam kebakaran dan masyarakat peduli api, TNI dan Polri di Posko BPBD Kota Banjarbaru.

Nadjmi Adhani, menyamoaikan terimakasih atas peranan tim yang selama ini bekerja di lapangan.

"Kita ketahui bersama bahwa tugas dan keberhasilan ini tidak mungkin lepas dari seluruh pihak yang terlibat. Ada BPBD dari perwakilan Pemda, ada TNI dari Kodim yang ada, ada Polri dari Polres Banjarbaru, termasuk Pemprov," kata dia.

Diurakan Nadjmi, mengatasi Karhutla ini petugas akan lebih maksimal bekerja tanpa dukungan masyarakat, karena itu dibentuk Masyarakat Peduli Api (MPA), ada juga Pemadam Kebakaran (Damkar) swasta disamping Damkar pemerintah daerah.

Baca: Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kalsel Raih Prestasi Nasional di Jawa Timur

Baca: Ditolak Mahasiswa, Hanya Satu Solusi Jitu Agar Presiden Jokowi Tetap Dipercaya

Baca: LINK Live Streaming AC Milan vs Fiorentina Liga Italia, Live Streaming TV Online Bein Sports 2

"Alhamdulillah di Banjarbaru, Dandim Kapolres dan BPBD bisa merangkul bersama masyarakat, bersinergi bersama memnatu karhutla," kata Nadjmi Adhani.

Kedepan, lahan di Guntung Damar itu persoalannya lahan tidur yang tidak ada penghuni.

"Kita berharap seiring dengan segara dioperasionalnya bandara baru di kawasan itu tumbuh dan berkembang bangunan atau berpenghuni. Sehingga kalau berpenghuni bisa dideteksi lebih dini jika ada muncul api," kata Nadjmi.

Lahan di sana, sambung Nadjmi, ada kepemilikan semua, hanya saja lahannya tidur dan musim kemarau berpotensi karhutla di titik itu.

"Karena masih belum berpenghuni makan diperlukan relawan. Kawan-kawan di BPBD, merangkul BPK Swasta dan MPA, dan ini harus jadi perhatian kita, dukungan anggaran atau perlengkapan. Tahun ini sudah ada perhatian dari Pemerintah Kota dan kami sudah punya data dan ini kita akan follow up tahun depan agar lebih baik lagi, " kata Nadjmi Adhani.

Diakui Nadjmi, namanya bencana tidak diduga." Ini di luar Prediksi kita, sehingga sedikit meleset dalam perencanaan anggaran. Tapi dengan kejadian tahun ini bisa dirancang untuk tahun depan agar lebih optimal lagi, " tandasnya.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved