Berita Tabalong

Penyandang Disabilitas di Tanjung Kabupaten Tabalong Diberi Pelatihan, Mulai Menjahit hingga Pijat

Pelatihan ini dikuti oleh 10 peserta penyandang disabilitas dari Kabupaten Tabalong dimana mereka merupakan para pelaku usaha kecil menengah.

Penyandang Disabilitas di Tanjung Kabupaten Tabalong Diberi Pelatihan, Mulai Menjahit hingga Pijat
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Pelatihan ini dikuti oleh 10 peserta penyandang disabilitas dari Kabupaten Tabalong dimana mereka merupakan para pelaku usaha kecil menengah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Pemerintah Daerah Kabupaten Tabalong berupaya untuk menjngkatkan jumlah wirausaha, dalam kepemimpinan Anang Syakhfiani para periode pertama berhasil menumbuhkan 5.000 wirausaha baru dan pada periode kedua ini dirinya menargetkan adanya 10.000 wirausaha baru.

Wirausaha memang merupakan salah satu langkah jitu untuk meningkatkan perekonemian masyarakat. Juga dapat membuka peluang lowongan kerja untuk lebih banyak orang. Untuk menjngkatkan kualitas kemampuan dilakukan pelatihan dan kali ini pelatihan diberikan kepada penyandang disabilitas.

Para warga berkebutuhan khusus ini diberikan pelatihan agar memreka memiliki keahlian dan tetap berdaya guna. Pelatihan digelar Dinas Sosial dan bekerjasama dengan PT Pama Persada Nusantara.

Baca: Bibit Gratis Hadir di Dies Natalies STAI Darul Ulum Kandangan, Ludes Diserbu Mahasiswa

Kegiatan dilaksanakan di Aula Dinas Sosial Kabupaten Tabalong,Senin (30/09/2019). Kegiatan ini mengusung tema Pelatihan Mentalitas Dasar dan Kewirausahaan bagi Pelaku UMKM Penyandang Disabilitas.

Pelatihan ini dikuti oleh 10 peserta penyandang disabilitas dari Kabupaten Tabalong dimana mereka merupakan para pelaku usaha kecil menengah dan memang memerlukan pembinaan dan pendampingan untuk melancarkan kegiatan usahanya.

Beberapa usaha yang digeluti oleh penyandang disabilitas adalah usaha tata busana, tata boga, perbengkelan atau service dan juga jasa pijat.

H. Yuhani, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabalong mengatakan kegiatan pelatihan ini merupakan agenda penting dari Dinas Sosial Kabupaten Tabalong dalam rangka mewujudkan Kabupaten Tabalong yang agamis, sejahtera dan mandiri.

"Melalui program pembinaan dan pemberdayaan usaha UMKM penyandang disabilitas ini diharapkan akan terbentuk para pelaku usaha penyandang disabilitas yang memiliki mental-mental baja dalam mengembangkan kegiatan usaha mereka," ujarnya.

Baca: Ketua Dewan Kalsel Komitmen Tolak Eksplorasi Pertambangan di Pegunungan Meratus

H. Yuhani juga memberikan tantangan bagi para pelaku usaha penyandang disabilitas dibawah pendampingan PT PAMA ADRO dan LPB PAMA Banua Lima agar dapat memamerkan produk-produk hasil usaha mereka dalam Hari Kesejahteraan Nasional yang akan dilaksanakan di Kabupaten Tabalong pada tanggal 14 Desember 2019.

Sementara itu CSR Manager PT. PAMA ADRO Ono Karno menyampaikan terimakasih atas dukungan dan kerjasama dari Dinas Sosial dan juga kepada LPB PAMA Banua Lima, sehingga pelatihan ini dapat terlaksana dan diharapkan bagi para peserta benar-benar dapat mengembangkan pengetahuan yang mereka dapat dari pelatihan ini.

Sebagai instruktur acara pelatihan ini, Agung Sungkowo menyampaikan materi dasar mentalitas wirausaha yang merupakan hal paling penting yang harus ditanamkan pada masing-masing peserta agar peserta dapat menentukan bagaimana cara untuk bersikap, berpikir dan bertindak dalam melaksanakan usahanya. Selain pelatihan merekanjuga diberikan bantuan permodalan.(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved