Berita Kalteng

8 Bupati, Mantan Bupati dan Wali Kota serta Gubernur Mendaftar Jadi Cagub Kalteng di Pilgub 2020

Pasalnya, ada delapan orang Bupati dan Mantan Bupati serta Mantan Wali Kota ikut mendaftar pencalaonan sebagai Gubernur Kalteng mendatang.

8 Bupati, Mantan Bupati dan Wali Kota serta Gubernur Mendaftar Jadi Cagub Kalteng di Pilgub 2020
tribunkalteng.com/faturahman
Asdi Narang (kiri) salah satu bakal Calon Gubernur Kalteng di Pilgub Kalteng 2020, yang mendaftar di Partai Nasdem Kalteng, Senin (30/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng yang akan di gelar September 2020 mendatang dipastikan bakal ramai. Pasalnya, ada delapan orang Bupati dan Mantan Bupati serta Mantan Wali Kota ikut mendaftar pencalaonan sebagai Gubernur Kalteng mendatang.

Hal itu terlihat dalam list yang diberikan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kalimantan Tengah yang telah menurup pendaftaran bakal calon ternyata, calon yang mendaftar didominasi oleh Bupati yang masih menjabat dan Mantan Bupati dan Mantan Wali Kota ikut mendaftar untuk jadi Cagub dan Cawagub.

Daftar Cagub di PDIP Kalteng, tercatat beberapa nama antara lain, Willy M Yosept (mantan Bupati Murungraya), Perdie Yosept (Bupati Murungraya), H Supian Hadi (Bupati Kotim), H Nadalsyah (Bupati Barito Utara), Ben Brahim S Bahat (Bupati Kapuas) H Abdul Razak (Mantan Bupati Kotawaringin Barat), Arton S Dohong (Mantan Bupati Gunungmas), HM Riban Satia ( Mantan Wali Kota Palangkaraya) dan juga Gubernur Petahana, H Sugianto Sabran.

Baca: Persaingan Sugianto dan Razak di Pilgub Kalteng 2020 Disangsikan, Ini Penjelasannya

Selain Bupati dan Mantan Bupati serta Mantan Wali Kota Palangkaraya, juga ikut memcalon ssbagai Calon Gubernur Kalteng, termasuk Anggota DPR-RI Asdi Narang, juga ada dari kalangan pengacara, mantan birokrat, dan birokrat, juga ada pengusaha serta akademisi.

Fenomena menarik ini, tampak menjadi perhatian sejumlah kalangan, karena pelaksanaan pilgub sekarang berbeda dari pilgub sebelum-sebelumnya yang minim calon, Pilgub kali ini partisipasinya cukup tinggi, jika dibandingkan sebelumnya, apalagi banyak bupati dan mantan bupati juga mantan wali kota ikut mendaftar.

"Ini memang manarik, saya maju karena mewakili anak muda, saya paling muda ikut mencalon, tentu pengalaman dua periode jadi Anggota DPR-RI mendidik saya untuk mampu memimpin sehingga maju di Pilgub Kalteng," ujar Asdi Narang, saat mendaftar di Partai Nasional Demokrat Kalteng, juga mendaftar di PDIP, Partai Demokrat serta Partai Gerindra.

Baca: Anggaran Pilgub Kalteng Naik 300 Persen, Ini Jumlah dan Alasan Kenaikkannya

Secara pribadi, Asdi Narang menilai, Kalteng perlu pemimpin kedepan yang punya kemampuan leadership yang tinggi, dan bisa menjalankan roda pemerintahan yang mantap.Pembangunan harus lebih mementingkan kepentingan masyarakat, dan bisa dirasakan oleh masyarakat, juga menggerakkan aparatur pemerintahan juga harus cerdas dan bijaksana, sehingga terjadi harmonisasi dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah berjalan lancar.

Sementara itu, Pemerhati Politik Universitas Palangkaraya, yang, juga Wakil Dekan III Fisipol, UPR, Dr John Retei Alfri Sandi, Selasa (1/10/2019) mengatakan, partisipasi politik untuk menconkan jadi Gubernur Kalteng cukup banyak sehingga sangat baik, karena lebih banyak pilihan untuk para calon.

Namum dia , memandang penentuan terakhir tentu setelah adanya penetapan pasangan calon oleh KPU Kalteng."Saya melihat ini fenomena baik saja, karena yang mau mencalonkan cukup banyak itu tentu akan lebih baik.

"Ada beberapa faktor hingga calon cukup banyak tersebut, tentu semua ingin membangun Kalteng lebih baik, tapi mungkin juga melihat kinerja pemerintahan saat ini dan banyak pertimbangan lainnya, kita lihat saja nanti akhirnya ada berapa calon yang akan lolos pada seleksi KPU," ujarnya. banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved