Berita Batola

Hari Pertama Penerapan Smart Presensi Ngadat, Begini Reaksi PNS Kabupaten Batola

Sebagian ASN pun ngomel-ngomel di group WhatsApp karena gagal masuk ke aplikasi smart presensi atau aplikasi Android

Hari Pertama Penerapan Smart Presensi Ngadat, Begini Reaksi PNS Kabupaten Batola
FOTO ABBAS WARGA MARABAHAN UNTUK BPOSTGROUP
Sejumlah PNS di Kabupaten berkumpul di Marabahan melakukan smart presensi atau aplikasi Android berbasis Global Positioning System (GPS) yang ditanamkan ke telepon genggam sekitar 4.800 ASN hari pertama penerapan absen digital Selasa (1/10/19) pagi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - SEJUMLAH PNS di Kabupaten Batola mengeluh, kesal dan hanya bisa pasrah.

Sebagian ASN pun ngomel-ngomel di group WhatsApp karena gagal masuk ke aplikasi smart presensi atau aplikasi Android berbasis Global Positioning System (GPS) yang ditanamkan ke telepon genggam di hari pertama penerapan absen digital Selasa (1/10/19) pagi.

“Iya di group ASN, ramai-ramai ngomel karena gagal melakukan smart presensi hari pertama,” kata Camat Mekarasri Moch Azis.

Camat Barambai Batola, Wiwin, juga mengungkapkan keluhan serupa.

Baca: Bukti Reino Barack Masih Kenang Luna Maya Saat Liburan Bareng Syahrini di Italia

Baca: Viral Video ABG 16 Tahun Disekap dan Dianiaya 10 Anggota Geng di Surabaya, Gara-gara Hilang Hp

Baca: 4 Nama yang Mengemuka Jadi Pimpinan DPR RI, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Azis hingga Rahmat Gobel

PNS di Kecamatan Barambai berangkat pagi-pagi dari rumah menuju kantor kecamatan untuk smart presensi dengan hape.

“Ternyata sampai dikantor tidak bisa absen. Semoga kedepan bisa diperbaiki lagi masalah ini.” katanya.

Dinas pendidikan Kabupaten Batola, minta kebijakan khusus menjelang penerapan smart presensi.

“Iya kemungkinan kita akan minta kebijakan khusus untuk penerapan smart presensi ini, terutama untuk para guru PNS yang mengajar di daerah pelosok seperti Tabunganen, Kuripan, Bakukung. Mereka dipastikan akan terkendala sinyal untuk smart presensi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Batola, Sumarji.

Untuk itu harus ada kebijakan lain dari daerah.

“Kita akan melapor ke Dinas Kominfo terkait kondisi blank spot di daerah Kuripan, Balukung dan Tabunganen agar ada kebijakan khusus,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved