Ekonomi dan Bisnis

Kantor Sriwijaya Air di Banjarmasin Tutup, Asita Kalsel Khawatirkan ini

Direktur Quality, Safety, dan Security PT Sriwijaya Air Toto Soebandoro, merekomendasikan kepada Plt Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson I Jauwena

Kantor Sriwijaya Air di Banjarmasin Tutup, Asita Kalsel Khawatirkan ini
banjarmasinpost.co.id/mariana
Operational branch office Sriwijaya Banjarmasin di Jalan A Yani Km 5 tutup 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kisruh di tubuh manajemen Sriwijaya Air semakin rumit.

Direktur Quality, Safety, dan Security PT Sriwijaya Air Toto Soebandoro, merekomendasikan kepada Plt Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson I Jauwena agar maskapai yang dibangun oleh Chandra Lie ini setop beroperasi.

Pantauan Banjarmasinpost.co.id, Selasa (1/10/2019), operational branch office Sriwijaya Banjarmasin telah tutup.
Tidak ada satu pun orang di tempat tersebut yang dapat dikonfirmasi, hanya tampak satu unit mobil bernomor plat B terparkir di halaman kantor cabang Sriwijaya ini.

Baca: Curhat Cut Meyriska Hape Rusak Harus Dibawa ke Paris Dicueki Roger Danuarta, Lihat Endingnya

Baca: Uang Jajan Betrand Peto di Korea Dihamburkan Untuk ini, Warisi Sifat Ruben Onsu Suami Sarwendah?

Baca: Viral Polisi Kena Panah Diduga Akting, Kapolres Sebut Kejadian itu Bukan Rekayasaya, Ini Faktanya

Persis di depan pintu masuk yang tertutup rapat, terdapat kertas yang ditempel di tembok bertuliskan "Perhatian EFF 21 Juni 2019, operational branch office Sriwijaya Banjarmasin ditutup. Seluruh operasional Sriwijaya Air Group Banjarmasin dialihkan ke Bandara Syamsudin Noor. Untuk info dan pemesanan hub: 081251382797 (Wa & direct call) operate 09.00-17.00 Wita. Terima kasih."

Kemudian Banjarmasinpost.co.id mencoba menghubungi nomor handphone yang tertera namun tidak mendapat respon.

Pun ketika dikonfirmasi kepada Distrik Manager Sriwijaya Air Banjarmasin Fajar Kirana via sambungan telepon, nomornya tidak dapat dihubungi.

Masalah ini berimbas pada Asosiasi Agen Perjalanan Wisata (Asita) Kalimantan Selatan (Kalsel) yang mengaku khawatir terjadi pembatalan penerbangan yang telah ada pada sejumlah jadwal yang telah booking.

"Masalah tiket kami sangat tergganggu karena banyak tiket-tiket yang diissues atau diokekan di bulan November dan Desember. Sejumlah travel agent cukup khawatir dengan hal ini karena bisa saja terjadi pembatalan penerbangan," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Selain itu diungkapkannya, pihak travel juga memiliki saldo yang diendapkan yang tidak bisa dicairkan sehingga sangat mempengaruhi jalannya bisnis travel di Kalsel.

Untuk maskapai Sriwijaya Air sendiri melayani rute penerbangan Banjarmasin-Balikpapan yang dibanderol Rp 400.000-600.000.

Untuk bookingan jadwal penerbangan pada Nopember-Desember 2019 dari seluruh travel agent di Kalsel mencapai ratusan.
Sedangkan saldo mengendap di sistem Sriwijaya Air diperkirakan Rp 500 juta.

"Kami saat ini masih proses pendataan data booking penerbangan Nopember dan Desember, juga pendataan saldo milik seluruh travel yang mengendap di sistem Sriwijaya Air," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved