Industri Rumahan Khas Kalteng Menawan

Makanan Kemasan Kelakai Diminati, Tanaman Liar Disulap Jadi Kerupuk Berkhasiat untuk Kesehatan

Jenis tanaman liar seperti tanaman kelakai juga banyak dimanfaatkan warga Kalteng sebagai makanan ringan yang dibuat semacam peyek atau kerupuk.

Makanan Kemasan Kelakai Diminati, Tanaman Liar Disulap Jadi Kerupuk Berkhasiat untuk Kesehatan
tribunkalteng.com/faturahman
Sayur Kelakai 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Bukan hanya jenis suovenir atau industri rumahan berupa hiasan dari rotan dan kayu saja yang banyak ditekuni oleh warga Kalteng, jenis makanan ringan seperti peyek kelakai tanaman liar jenis paku-pakuan yang banyak ditemui di semak di Kalteng juga dimanfaatkan warga untuk penghasilan.

Jenis tanaman liar seperti tanaman kelakai juga banyak dimanfaatkan warga Kalteng sebagai makanan ringan yang dibuat semacam peyek atau kerupuk yang rasanya juga tak kalah dengan rasa rempeyek yang terbuat dari bahan tepung dan kacang.

Jenis makanan ringan industri rumahan ini juga banyak di jual di pasar tradisional, maupun toko-toko modern yang menjual makanan ringan industri rumahan di Kalimantan Tengah, karena penggemarnya juga banyak.

Tanaman Kelakai merupakan, tanaman sejenis ganggang yang tumbuh di hutan rawa-rawa ini mempunyai banyak khasiat yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat suku Dayak.

Baca: Kerajinan Tangan Berbahan Kayu Unik dari Mentaya Seberang Sampit, Pembelinya dari Luar Negeri

Baca: Kerajinan Senjata Mandau Khas Kalimantan Tengah, Alat Berkebun hingga Peperangan Suku Dayak

Baca: Keindahan Motif Benang Bintik Kalteng dan Maknanya, Resmi Jadi Baju Batik Wajib ASN dan Pelajar

Kelakai yang mempunyai nama latin stenochlaena palustris dikenal mempunyai berbagai khasiat, seperti mampu meredakan diare, menambah darah, dan bahkan banyak orang suku Dayak yang meyakini bahwa mengkonsumsi kelakai bisa menjadikan tubuh awet muda.

Kelakai dijual, satu ikat dengan harga Rp 1000 – Rp 2000, jika tidak ingin membeli, kelakai pun bisa ditemukan di daerah rawa yang banyak terdapat di Kalimantan Tengah. Namun dibutuhkan kejelian dalam mencari kelakai, pasalnya tanaman ini tumbuh di antara tanaman-tanaman yang lain.

Keripik kelakai memanfaatkan daun kelakai yang masih muda. Cara membuatnya pun sangat mudah, daun kelakai muda yang sudah dibersihkan dimasukkan ke dalam adonan tepung bumbu dengan kekentalan tertentu, lalu digoreng di atas minyak yang penuh dan panas. 

Baca: Souvenir Unik Miniatur Perahu Khas Kalteng dari Getah Nyatu Banyak Diburu Wisatawan

Baca: Kerajinan Rotan Industri Rumahan Khas Kalteng Menawan dan Diminati Warga Jepang

Setelah digoreng dan kering, keripik kelakai pun siap untuk disantap, perpaduan renyah dan gurih keripik kelakai terasa lezat di mulut.Keripik kelakai merupakan cemilan khas Dayak, keripik ini banyak ditemukan dan menjadi salah satu oleh-oleh yang dibandrol dengan harga Rp 10.000 – Rp 20.000.

"Kripik kelakai, rasanya enak, biasan kami beli ketika, ada kegiatan pameran seni dan budaya, seperti saat pagelaran Festival Isen Mulang, banyak yang jual kripik kelakai, rasanya hampir sama saja dengan kripik kacang, tapi kelakai ada khasiat kesehatannya," ujar Ida Wardani, salah satu penggemar kripik kelakai. banjarmasinpost.co.id / faturhman

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved