Berita Kotabaru

Nama Kajari Kotabaru Dicatut, Digunakan Minta Uang ke Beberapa Kepala Desa

Belakangan ini, nama Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Haryoko Ari Prabowo, dicatut oknum yang tidak bertanggung jawab.

Nama Kajari Kotabaru Dicatut, Digunakan Minta Uang ke Beberapa Kepala Desa
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Kajari Kotabaru Haryoko Ari Prabowo 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Belakangan ini, nama Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru, Haryoko Ari Prabowo, dicatut oknum yang tidak bertanggung jawab.

Oknum penipu menggunakan nama Kajari Kotabaru untuk menipu dengan alasan meminta anggaran operasional.

Bahkan ada beberapa kepala desa yang mengaku dimintai sejumlah dana.

Menindaklanjuti permasalahan itu, Kajari Kotabaru langsung membuat video bantahan.

Baca: Bikin Penderitanya Sulit Bernafas, Ini 6 Kebiasaan Meluapkan Emosi yang Bisa Bikin Asma Kambuh

Baca: Perdebatan Ashanty dan Anang Hermansyah Soal Syahrini di Depan Raffi Ahmad dan Ririn Ekawati

Baca: Uang Jajan Betrand Peto di Korea Dihamburkan Untuk ini, Warisi Sifat Ruben Onsu Suami Sarwendah?

Video tersebut kini telah disebarkan termasuk ke Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kotabatu H Said Akhmad.

Saat dikonfirmasi, Kajari Kotabaru Haryoko Ari Prabowo, Selasa (1/10/19) mengatakan sudah ada dua kepala desa yang mendatanginya langsung untuk menanyakan itu.

"Kades Lontar dari Kecamatan Pulau Laut Barat kemarin datang ke sini (ke kantor Kejari) untuk menanyakan itu. Jadi katanya yang menelpon itu minta duit untuk dana operasional, ya langsung saya bantah lah itu bukan saya," katanya.

Dia langsung membuat video bantahan tersebut.

"Saat di ruangan, Kades Lontar sempat menelpon nomor tersebut di hadapan saya dan diangkat tapi orangnya tidak mau diajak bertemu dengan alasan sibuk," katanya.

Menurut penuturan Kades Lontar itu, sudah ada kades lainnya yang ditelpon.

Bahkan ada yang sudah trasfer uang, makanya dirinya ingin memastikan itu langsung dengan datang ke Kejaksaan Negeri Kotabaru.

"Nomor rekeningnya itu atas nama Perempuan namanya Yulia kalo tidk salah. Tapi yang nelpon, ya laki-laki, " katanya.

Permintaan dana operasional itu diminta si penipu dengan alasan ada pemeriksaan BPKP dan lainnya.

Sehingga perlu dana operasional untuk pelaksanaannya.

"Jadi antisipasi saya, sudah saya sampaikan ke pak Sekda dan saya juga bikin video, kalau ada oknum yang mengatasnmkan kajari atau meminta fasilitas apapun jangan diikuti, begitu juga kalau ada anggota saya. Saya pastikan itu tidak ada, silakan konfirmasi langsung ke saya. Intinya tidak ada begituan, minta-minta," tegasnya.

Masyarakat, pejabat kades hingga di pemerintahan diharapkan lebih berhati-hati dengan maraknya sejumlah penipuan mengatasnamakan seseorang atau pejabat publik.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved