Berita Batola

Petani Batola Masih Terpola dengan Pupuk Urea Berlebihan, Kadis Pertanian : Undang Hama Penyakit

Petani di Batola masih terpola menggunakan pupuk urea secara berlebihan. Padahal, bisa mengundang hama penyakit.

Petani Batola Masih Terpola dengan Pupuk Urea Berlebihan, Kadis Pertanian : Undang Hama Penyakit
EDI Nugroho
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batola, Murniati 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATOLA - Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batola mengamati sebagian besar petani di kabupaten setempat itu masih terpola menggunakan pupuk urea secara berlebihan.

Padahal, pola pemupukan dengan urea berlebihan inio sangat merugikan petani.

“Kalau hanya menggunakan pupuk urea, maka daya tahan daya tahan tanaman akan lemah sehingga mudah terserang penyakit,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batola, Murniati, Selasa (1/10/2019).

Menurut Murniati, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batola menyarankan dilakukan pupuk berimbang, tidak hanya dengan pupuk urea saja.

Berapa kebutuhan tanaman itu ada alat dari petugas penyuluh lapangan (PPL) untuk mendeteksi seberapa besar kebutuhan tanaman.

Baca: ASN di Batola Mengeluh Lelet, Kabid TI Kominfo Batola Klaim Sukses Smart Presensi

Baca: Selamat Hari Batik Nasional 2019 Besok 2 Oktober 2019, Ini Kisah Kecintaan Nelson Mandela pada Batik

Baca: Sikapi Siswa SMA Ikut Unjuk Rasa, Dewan Minta Tak Ada Pelajar di Kalsel Ikuti Aksi Unjuk Rasa

Baca: Tak Live SCTV! Cara Live Streaming Manchester City vs Dinamo Zagreb di Liga Champions via Vidio.com

Baca: Kejar Musim Tanam Akhir Oktober, 700 Hektar Lahan Serasi di Tapin Mulai Digarap

“Dengan bagan warna daun dan analisa tanah maka akan diketahui dosis pemupukan agar sesuai dengan kebutuhan tanaman,” katanya.

Menurut Murniati, pemberian pupuk urea memang membuat tanaman hijau, padahal pemupukan ureal berlebihan itu bisa mengundang hama penyakit.

Penggunaan pupuk yang benar itu harus sesuai dengan kebutuhan tanaman dan keadaan tanah itu sendiri sehingga takaranya tepat. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved