Berita Kalteng

Protes Ganti Rugi Lahan, Warga Bukit Rawi Minta Pembangunan Jalan Layang Trans Kalimantan Dihentikan

Pemilik lahan di lokasi pembangunan Jalan Layang Trans Kalimantan di Bukit Rawi protes pembebasan lahan kemurahan

Protes Ganti Rugi Lahan, Warga Bukit Rawi Minta Pembangunan Jalan Layang Trans Kalimantan Dihentikan
(banjarmasinpost.co.id/faturahman)
Warga Bukitrawi Pulangpisau, Kalteng, Selasa (1/10/2019) protes ganti rugi lahan terlalu murah, sehingga meminta pembangunan jalan layang dihentikan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PULANGPISAU - Sekitar sepuluh orang warga yang mengaku pemilik lahan bersertifkat di Desa Bukitrawi Kabupaten Pulangpisau, Kalteng, Selasa (1/10/2019) memasang spanduk protes pembangunan jalan layang (File slab) yang dikerjakan Kementerian PUPR.

Pembangunan jalan layang tersebut terkesan dipaksakan padahal belum ada kesepakatan dengan 104 pemilik lahan yang sebagian dari lahannya terkena proyek pembangunan jalan layang tersebut.

Warga pemilik lahan menghendaki ganti rugi lahan tersebut dikenakan biaya permeter persegi hingga Rp100 ribu, tapi pemerintah setempat hanya menghargai ganti rugi lahan permeter persegi milik seratus lebih warga pemegang sertifikat hanya Rp29 ribu, sehingga warga protes dengan mengancam menghentikan pembangunan fileslabe tersebut.

Tidak terima dengan kebijakan ganti rugi lahan yang dinilai tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh pemerintah setempat, akhirnya warga protes memasang spanduk yang berisi tulisan pekerjaan pembangunan jalan layang dihentikan sementara hingga masalah ganti rugi lahan diselesaikan.

Baca: Heboh Tas Hitam Dikira Bom di Depan Mako Brimobda Kalsel, Sang Driver Ojol Ungkapkan Ini

Baca: Sorotan Caren Delano ke Gaun Mulan Jameela Saat Pelantikan Anggota DPR, Ini Kata Teman Zaskia Gotik

Baca: Ditaklukan Bhayangkara FC 1-3, Peluang Barito Putera U-16 ke Semifinal Mengecil

Baca: BREAKING NEWS : Karyawan GMK Tenggelam di Damit Hulu Kabupaten Tanahlaut, BPBD Lakukan Pencarian

"Kami mendukung saja pembangunan jalan layang ini, tapi tolong selesaikan dulu urusan ganti rugi lahan milik kami, jika soal ganti rugi lahan belum tuntas, kami minta pembangunn jalan layang dihentikan, karena ini adalah lahan kami memiliki sertifikat resmi dari BPN," ujar Jonedi, salah satu pemilik lahan.

Sementara itu, pihak kepolisian dipimpin Kapolres Pulangpisau AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada, tampak mengawasi aksi protes masyarakat tersebut, namun hingga berita ini diturunkan aksi protes tersebut tidak sampai mengganggu lalulintas kendaraan yang melewati jalan Trans Kalimantan Poros Tengah.

Jalan tersebut adalah jalan penghubung Palangkaraya menuju Buntok, Gunungmas, Kapuas dan Kabupaten lainnya yang ada di DAS Barito , termasuk jalan lain menuju Kalimantan Selatan selain jalan trans kalimantan poros selatan yang ramai dilalui pengendara.

Warga Bukitrawi Pulangpisau, Kalteng, Selasa (1/10/2019) protes ganti rugi lahan pembagunan jalan layang
Warga Bukitrawi Pulangpisau, Kalteng, Selasa (1/10/2019) protes ganti rugi lahan pembagunan jalan layang ((banjarmasinpost.co.id/faturahman))

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Kalteng, Salahuddin, mengatakan, pembangunan jalan layang sejauh tiga kilometer tersebut untuk memperlancar lalulintas jalan trans kalimantan poros tengah, agar saat musim hujan, pengendara tetap bisa menggunakan jalan layang, meski jalan dibagian bawah terendam air.

Baca: Aksi Ruben Onsu Suami Sarwendah Saat Liburan di Korea Disorot, Ayah Betrand Peto Bisa Dipenjara

Baca: Link Streaming Juventus vs Bayer Leverkusen di TV Online Vidio.com Liga Champions Malam Ini

Baca: 15 Putra Banua Dilantik DPR dan DPD RI, Paman Birin Ucapkan Syukur dan Bangga

"Kami tetap fungsikan dua jalan yakni jalan bawah dan atas (File Slab) saat musim kering, namun ketika musim penghujan jalan atas tetap bisa digunakan karena tidak terpengaruh banjir,"katanya.

Diakuinya, pembangunan jalan atas (file slab) memang harus ganti rugi, karena ada lahan warga yang terkena pembangunan. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved