Ekonomi dan Bisnis

September 2019 Terjadi Inflasi 0,06 Persen di Banjarmasin, Begini Penjelasan BPS Penyebabnya

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat pada September 2019 di Kota Banjarmasin terjadi inflasi 0,06 persen.

September 2019 Terjadi Inflasi 0,06 Persen di Banjarmasin, Begini Penjelasan BPS Penyebabnya
BANJARMASIN POST GROUP
Ilustrasi-Slide yang menunjukkan faktor pendorong inflasi di Kota Banjarmasin yang ditampilkan BPS Kalsel, Senin (4/12/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat pada September 2019 di Kota Banjarmasin terjadi inflasi 0,06 persen.

Adapun laju inflasi kalender tahun 2019 (September 2019 terhadap Desember 2018) sebesar 3,26 persen
dan laju inflasi “year on year” adalah 4,29 persen.

Angka ini lebih rendah dari inflasi pada Agustus 2019 yang mencapai 0,09 persen. Tapi lebih tinggi jika dibandingkan dengan laju inflasi kalender tahun 2019 (Agustus 2019 terhadap Desember 2018) sebesar 3,20 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 4,18 persen.

Kepala BPS Kalsel Diah Utami dalam keterangan resmi, Selasa (1/10/2019) menyampaikan, komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin pada September
2019, antara lain nasi dengan lauk, baju muslim, ikan gabus, emas perhiasan, dan obat dengan resep.

BPS juga mencatat di Kota Tanjung, pada September 2019 mengalami deflasi sebesar 0,61 persen. Laju inflasi kalender Tahun 2019 terjadi inflasi sebesar 0,34 persen dan laju inflasi “year on year” adalah
0,98 persen.

Baca: Buron Pasca Cabuli Tetangga di Bawah Umur Berungkali, Suki Akhirnya Ditangkap di Banjarbaru

Baca: Sahkan Perda Disabilitas, Perda Ini Jadi KadoTerakhir DPRD Banjarbaru Periode 2014-2019

Baca: Tim Desa Sarang Tiung Kotabaru Raih Juara Pertama Kejuaraan Bola Voli Puteri Arutmin Cup Tahun 2019

Baca: Temui Kapolda, IMM Kalsel Berharap Pelaku Penembakan Mahasiswa di Sulteng Segera Diusut

Adapun komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kota Tanjung antara lain daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, kacang panjang, dan semangka. Kalimantan Selatan yang merupakan gabungan Banjarmasin dan Tanjung, tercatat mengalami inflasi
sebesar 0,01 persen.

Lebih lanjut dijelaskan Diah, inflasi di Kota Banjarmasin pada September 2019 terjadi karena adanya  kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok sandang sebesar 2,17 persen,
kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,46 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,10 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,90 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,05 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,46 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,21 persen.

Sementara itu, deflasi di Kota Tanjung terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 2,57 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,01 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,30 persen, kelompok perumahan, listrik, air, gas & bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen, kelompok sandang sebesar 0,28 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen, dan satu kelompok tidak mengalami perubahan yaitu kelompok kesehatan.

“Menurut komponennya, barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah atau administered goods inflation secara umum di bulan September 2019, Kota Banjarmasin mengalami deflasi sebesar 1,14 persen, harga yang bergejolak atau volatile goods inflation secara umum mengalami deflasi sebesar 0,75 persen dan komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,59 persen,” paparnya.

Ditambahkan dia, di 82 kota di Indonesia, tercatat 12 kota mengalami inflasi, 70 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di kota Meulaboh sebesar 0,91 persen dan inflasi terendah terjadi di kota Palopo
sebesar 0,01 persen dan kota yang mengalami deflasi tertinggi yaitu kota Sibolga sebesar 1,94 persen, terendah dikota Surabaya sebesar 0,02 persen.

Baca: KPH Kusan Sita 124 Potong Kayu Log Tak Bertuan, Diduga Hasil Illegal Logging

Baca: Raih Medali Pomnas XVI, Rektor Sutarto Hadi Berikan Uang Pembinaan Kepada Mahasiswa Ini

Baca: Ramaikan Kampung, Begini Cara Unik yang Dilakukan Karang Taruna Banjar

Dari kota-kota IHK di wilayah pulau Kalimantan mengalami inflasi ada 3 kota, Enam kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Pontianak sebesar 0,28 persen dan inflasi terendah dikota Palangkaraya sebesar 0,05 persen .

Enam kota mengalami deflasi , deflasi tertinggi di kota Tanjung sebesar 0,61 persen, dan terkecil di kota Balikpapan sebesar 0,03 persen. (Banjarmasinpost.co.id/anjar)

Penulis: Anjar Wulandari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved