Berita Tanahlaut

Tandon Air di Depan Rumahnya Diduga Bekas, Warga Benua Raya Tanahlaut Pertanyakan Proyek Sumur Bor

Sairaji, Warga Benua Raya Kecamatan Bati-bati Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan mempertanyakan proyek pengadaan sumur bor di desa setempat.

Tandon Air di Depan Rumahnya Diduga Bekas, Warga Benua Raya Tanahlaut Pertanyakan Proyek Sumur Bor
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Sairaji menunjukkan tandon diduga bekas 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sairaji, Warga Benua Raya Kecamatan Bati-bati Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan mempertanyakan proyek pengadaan sumur bor di desa setempat.

Ia heran dengan adanya tandon bekas yang dipasang dalam program tersebut. Tak hanya itu, proyek yang bersumber dari dana desa tersebut dinilai terlalu tinggi.

Tandon yang terpantau oleh Banjarmasinpost.co.id memang terlihat berlumut, dan sudah dipasang pipa yang tampak sudah buluk meskipun belum digunakan.

Salah satu warga Benua Raya, Sairaji mengatakan memang tandon yang dipasang di sumur bor yang berada di depan rumahnya di Jalan Taruna Jaya RT 12 RW 3 Desa Benua Raya bekas. Hal itu ia ketahui saat pertama kali tandon air datang.

"Pas datang tandonnya tidak berbungkus seperti tandon di titik lain," ujar Sairaji, Selasa (1/10/2019).

Baca: Link Live Streaming Tottenham vs Bayern Munchen di Liga Champion, Live SCTV, Cek Cara Nontonnya

Baca: Penampilan Menawan Krisdayanti, Arzeti Bilbina & Rieke Diah Pitaloka di Gedung DPR, Mulan Jameela?

Baca: Buron Pasca Cabuli Tetangga di Bawah Umur Berungkali, Suki Akhirnya Ditangkap di Banjarbaru

Baca: September 2019 Terjadi Inflasi 0,06 Persen di Banjarmasin, Begini Penjelasan BPS Penyebabnya

Satu tandon bekas tersebut terangnya bisa dilihat dari fisik tandon yang berlumut, kotor dan ada bercak-bercak semen dan tanah. Sementara tandon lain fisiknya bersih.

Ditambah lagi terang Sairaji tandon yang belum digunakan sudah dipasang dengan pipa berusia lama.

"Kalau semua tandon sudah dipasang pipa ya tidak masalah, ini satu tandon ini saja yang tampak sekali bekas," ujarnya.

Tak hanya tandon yang bekas, Sairaji juga mempertanyakan anggaran pembuatan sumur bor yang senilai sekitar Rp 47 juta per sumur bor lengkap dengan tandon dan tangganya.

"Saya tahu harga dan biaya pembuatan sumur bor, masa harganya sama satu sumur satu Rp 47 juta yang satu ini malah tandon bekas," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved