Otomotif

BEGINI Cara Hindari Pajak Progresif, Setelah Kendaraan Dijual Cepat-cepat Lakukan Hal Ini

alah satu cara paling benar untuk menghindari pajak progresif, yaitu dengan hanya memiliki satu unit mobil dan satu sepeda motor.

BEGINI Cara Hindari Pajak Progresif, Setelah Kendaraan Dijual Cepat-cepat Lakukan Hal Ini
Otomania/Setyo Adi
Contoh STNK yang mengalami biaya kepengurusan baru tanpa pajak progresif roda dua. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Salah satu cara paling benar untuk menghindari pajak progresif, yaitu dengan hanya memiliki satu unit mobil dan satu sepeda motor. Sebab, jika punya lebih dari itu, untuk domisili di DKI Jakarta bisa kena pajak tambahan yang diterapkan berdasarkan alamat pemilik kendaraan.

Nah, apabila kendaraan lama sudah dijual dan Anda membeli lagi mobil atau motor baru maka jangan lupa untuk memblokir Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK).

Jika tidak dilakukan, maka kendaraan yang sudah dijual itu masih terdaftar atas nama pemilik sebelumnya, sesuai dengan nama yang tertera di STNK.

Baca: RESMI! Acara Hotman Paris Show Dihentikan KPI Pasca Nikita Mirzani Labrak Elza Syarief, Ini Sebabnya

Baca: TIPS Turunkan Berat Badan, Agar Sukses Kita Perlu Senjata” Lebih dari Sekadar Niat yang Kuat

Baca: Kebohongan Maia Estianty Dibocorkan Dul Jaelani, Terjadi Sebelum Ahmad Dhani Nikahi Mulan Jameela

Memblokir STNK tidak sulit caranya, yang perlu diperhatikan hanyalah kelengkapan dokumennya saja.


Contoh STNK yang Masa Berlaku 5 Tahunannya Habis Tahun Ini(KOMPAS.com / Aditya Maulana)

Kepala Sub Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Kasubdit Regident) Polda Metro Jaya AKBP Sumardji mengatakan, pemilik hanya sediakan pernyataan penjualan kendaraan bermaterai dan melampirkan fotokopi STNK dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Jadi apabila melakukan transaksi jual kendaraan, segera mendatangi kantor Samsat terdekat berikut dengan menyerahkan surat pernyataan dan kelengkapan tadi. Sehingga petugas segera melakukan pemblokiran dan pemilik berikutnya wajib segera membalik nama," ucap Sumardji kepada Kompas.com belum lama ini.

Sumardji menambahkan, jika tidak ada fotokopi STNK, yang terpenting adalah menyertakan nomor polisi dan jenis kendaraan tersebut.


Buku BPKB dan STNK(KOMPAS.com/SRI LESTARI)

Selain itu, sertakan juga KTP yang sesuai dengan STNK serta surat pernyataan. Petugas dari Samsat akan langsung membantu proses blokir.

Baca juga: Polisi: Mobil Listrik Harus Punya STNK dan BPKB

"Prosesnya mudah dan cepat, tidak sampai berhari-hari. Tergantung dari kelengkapan dokumen yang harus diserahkan," kata Sumardji.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Pentingya Blokir STNK Setelah Jual Kendaraan",

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved