Tajuk

Bijak Memperlakukan Sungai

Meski sudah ada sebagian wilayah di Kalimantan Selatan yang diguyur hujan namun bukan berarti hujan yang turun serta merta dirasakan seluruh wilayah.

Bijak Memperlakukan Sungai
Man Hidayat
Sungai Kusan yang ada di Pagatan Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanahbumbu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Meski sudah ada sebagian wilayah di Kalimantan Selatan yang diguyur hujan namun bukan berarti hujan yang turun serta merta dirasakan seluruh wilayah. Seperti pada pemberitaan BPost edisi Selasa (1/10), sebagian wilayah di bagian pesisir Kalimantan Selatan masih mengalami kekeringan. Bahkan, di Sungai Kusan, Kabupaten Tanahbumbu, air laut atau intrusi sudah masuk ke aliran sungai.

Walhasil, sebagaian warga ada yang harus berjalan kaki sampai sejauh dua kilometer guna mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Selain, krisis air bersih, permasalahan yang kerap dihadapi di Kalimantan Selatan pada saat musim kering adalah kebakaran hutan dan lahan. Jadi, klop sudah, selain krisis air warga juga dihadapkan pada penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Permasalahan seperti ini setiap tahun terjadi, seakan tidak ada upaya dari pemerintah provinisi Kalsel, maupun pemerintah daerah. Selalu saja ada warganya yang mengalami krisis air bersih.

Perlu diperhatikan, permasalahan krisis air bisa terjadi karena kurangnya sarana yang dapat mengelola air.

Dalam pelaksanaannya, warga mendapatkan sumber air bersih melalui distribusi PDAM atau sebagian lagi membuat sumur.

Meski ada distribusi air dari PDAM, namun seperti yang kita tahu PDAM juga terkendala dengan sumber air baku milik PDAM. Contoh, di Kota Banjarmasin yang sumber bahan baku airnya juga terkendala intrusi air laut.

Sudah sepatutnya diperlukan langkah-langkah kongkret olah pemerintan provinsi, pemerintah daerah guna menyediakan bahan baku air yang representatif bagi PDAM. Pemerintah harus bisa membangun banyak bendungan ataupun embung yang bisa digunakan sebagai penampung air dan bisa dipergunakan oleh PDAM sebagai bahan baku air.

Seperti halnya bendung Karangintan di Kecamatan Karangintan yang kini dioptimalkan sebagai bahan baku air bersih bagi PDAM.

Tak kalah pentingnya, sebagai daerah yang banyak terdapat aliran sungai, sudah sepantasnya pemerintah provinsi dan pemerintah daerah lebih menggencarkan lagi sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana memperlakukan sungai.

Masyarakat tidak boleh lagi membuang sampah sembarangan. Karena kita tahu, masih ada sebagian besar warga yang menjadikan sungai sebagai tempat membuang sampah. Dampaknya, banyak aliran sungai yang kotor dan mampet sehingga tidak bisa lagi dijadikan sebagai tempat bagi warga mengambil air bersih di sungai.

Segera lakukan penanganan, jangan menunggu permasalahan krisis air bersih diatasi seiring datangnya musim hujan. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved