Berita Tabalong

Inovasi Mandai Krispi Antarkan Syahrianor Masuk 15 Besar TKSK Teladan Nasional

Syahrianor Masuk 15 Besar TKSK Teladan Nasional. Keberhasilannya ini, berkat inovasi mandai cempedak yang diberikan kepada warga di Tabalong

Inovasi Mandai Krispi Antarkan Syahrianor Masuk 15 Besar TKSK Teladan Nasional
banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati
Syahrianor masuk 15 besar TKSK Teladan tingkat nasional berkat penerapan inovasi mandai krispi Di desa Panaan dusun Rakutat Kecamatan Bintang Ara 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Keberadaan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan( TKSK) dari Kemensos di masyarakat bukan hanya untuk memastikan bantuan sosial tersalurkan ke sasaran, namun juga memberikan bimbingan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Seperti yang dilakukan Syahrianor Arifin yang sudah menjadi anggota TKSK Kabupaten Tabalong sejak 2011.

 Dirinya melihat adanya peluang usaha yang bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga yang kesehariannya tidak bekerja dan hanya mengurus rumah tangga. 

Di desa Panaan dusun Rakutat Kecamatan Bintang Ara merupakan dusun cukup terpencil yang terdapat hutan cukup luas. Didalam hutan terdapat banyak pohon cempedak sehingga saat musim panen hasilnya sangat melimpah.

Baca: Warga Dayak Meratus Gelar Aruh Adat Enam Hari Enam Malam, Babinsa Lakukan Ini

Baca: Beda Tas Syahrini & Krisdayanti, Harga Tas Istri Reino Barack Ratusan Juta, Istri Raul Lemos?

Baca: Selamat Hari Batik Nasional 2019 Besok 2 Oktober 2019, Ini Kisah Kecintaan Nelson Mandela pada Batik

Baca: Tak Live SCTV! Cara Live Streaming Manchester City vs Dinamo Zagreb di Liga Champions via Vidio.com

 Daging kulit bagian dalam biasa dimanfaatkan oleh warga Kalimantan selatan untuk lauk makan dengan cara diawetkan menggunakan garam, warga biasa menyebutnya mandai.

Saat musim panen cempedak mandai sangat melimpah dan bisa dimanfaatkan untuk makanan yang memiliki nilai jual lebih.

 Syahrianor akhirnya memiliki inovasi untuk membuat mandai krispi yang bisa diolah menjadi cemilan, usaha binaan ini mendapat respon yang baik oleh warga khususnya ibu rumah tangga.

Dengan melalui beberapa percobaan akhirnya bisa membuat mandai krispi dimana kulit cempedak yang biasanya hanya menjadi lauk makan dengan cara digoreng saja ditangan para ibu rumah tangga Desa Panaan bisa menjadi cemilan gurih dan renyah dan mampu bertahan cukup lama.

 Hasil olahan warga ini sudah mulai dipasarkan dan mendapat respon yang baik dimasyarakat. Usaha binaan yang lain adalah budidaya jamur tiram dan pembuatan kerajianan tangan.

Dan berkat dari inovasinya dalam melakukan pembinaan di  masyarakat ini mengantarkan Syahrianor masuk dalam 15 besar TKSK teladan tingkat nasional.

“Alhamdulillah masuk dalam 15 besar lomba TKSK teladan tingkat nasional, dan bulan Oktober ini akan dilakukan penilaian langsung dari pusat untuk bisa masuk 5 besar,”ujarnya.

Baca: Heboh Tas Hitam Dikira Bom di Depan Mako Brimobda Kalsel, Sang Driver Ojol Ungkapkan Ini

Baca: Protes Ganti Rugi Lahan, Warga Bukit Rawi Minta Pembangunan Jalan Layang Trans Kalimantan Dihentikan

Baca: Ditaklukan Bhayangkara FC 1-3, Peluang Barito Putera U-16 ke Semifinal Mengecil

 Syahrianor mengatakan prestasi ini merupakan bonus dari pengabdiannya kepada masyarakat, melalui Dinas Sosial dirinya bekerjasama berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Tabalong.

“Prestasi ini bukan tujuan utama, kami melayani masyarakat agar program sosial bisa sampai ke masyarakat dan dimanfaatkan dengan tepat oleh warga,” ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/ Reni kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved