Berita Banjarbaru

Kajati Kalsel Cek Lokasi Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor, 15 November 2019 Siap Launching

Pengerjaan proyek terminal utama Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru dioptimalkan selesai pada 28 Oktober 2019

Kajati Kalsel Cek Lokasi Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor, 15 November 2019 Siap Launching
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Kajati Kalsel Arie Arifin SH MH, baju cokelat batik didampingi Pimpro PPDJ Syamsudin Noor Dadang Dian, dan Dirtek PT AP 1 Lukman F Laisa, serta Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT AP I saat mengecek ke lokasi proyek pengembangan bandara di Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID BANJARBARU - Progres Pengerjaan proyek terminal utama Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru dioptimalkan selesai pada 28 Oktober 2019. Hanya saja ada program tambahan yang kemudian memerlukan perpanjangan waktu.

Tapi pihak Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor (PPDJ) menargetkan 15 November 2019, Sudah bisa dioperasionalkan dan bisa disoft launching, dan siap diresmikan pada 20 Desember 2019 berbarengan dengan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 2019.

Hal itu dikemukakan oleh Pimpro PPDJ Syamsudin Noor Banjarmasin, Dadang Dian Hendiana, ketika menerima kujungan dan pemantauan langsung dari Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel dan tim TP4D yang meninjau langsung di lokasi Bandara, Rabu (2/10/2019) sore.

Dijelaskan Dadang, Progres paket 1 ini hingga kini, 77,706 persen dan realisasi 83,055 persen. Artinya lebih baik dari target yang ada.

Baca: Begini Langkah Anggota DPR RI asal Kalsel Rifqinizamy Karsayuda Perjuangkan Kalsel di Senayan

"Nanti akan ada adendum dua, yang mana diperlukan perpanjangan waktu untuk proyek tambahan yang di perencanaan awal belum lengkap, dan di lapangan itu urgent dan diperlukan, contohnya semisal pemasangan catoon wall dan sejenisnya," kata dia

Berapa lama waktu adendum, Dadang menlmperkirakan Estimasi pertengahan november. "Saat ini masih dalam tahap proses evaluasi konsultan pengawas," kata dia.

Tapi, Dadan meyakinkan untuk operasional gedung terminal pada 15 November untuk luncurkan soft launching dan sudah terbang menggunakan terminal utama yang baru

Sementara dijelaskan dia dalam pemasaran Progres Paket 2 sudah selesai semua 100 persen.

Dimana paket 2 ini yakni meliputi pembuatan bangunan penunjang, seperti kargo dan EMPU, airport service building, gedung PKP-PK, masjid/mushola, security office, gedung ACS, workshop, administration building dan klinik. Kemudian, gedung meteorologi, trafo dan chiller, incenerator, power house, trafo penunjang, pos satpam, GWT dan ruang pompa, STP, gardu listrik, EOC Building, gerbang tol, shelter bus dan taksi.

Baca: Tradisi Bakar Lahan di Loksado Tak Bisa Dihindari, HMI HSS Minta Solusi Agar Warga Adat Tak Dipidana

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel, Arie Arifin SH MH, menjelaskan nanti Tim TP4D ini hanya memberikan pendapat hukum memberikan pendapat. Nanti hasil kajian kita diserahkan untuk bahan pertimbangan buka rekomendasi.

"Sepanjang ketentuan bisa diperpanjang, maka kita tidak bisa banyak menentukan untuk tidak. Kita hanya mengawasi apakah pembanguna proyek ini sesuai aturan dan ketentuan, jika ada potensi dan indikasi yang melanggar maka TP4D hanya bisa mengingatkan," kata Arie Arifin.

Diketahui dalam kujungan TP4D tersebut diikuti dan dihadiri oleh Kajati Kalsel, Arie Arifin SH MH,
Direktur Teknik PT AP 1, Lukman F Laisa, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy Wildasari Suradji, dan GM PT AP, Syamsudin Noor, Indah Preastuty berserta jajaran.

Dalam pemantauan itu sudah terlihat bangunan fisik bandara di mana di terminal utama yang baru ini disediakan sebanyak 11 Boarding Gate. Satu gate ujung untuk internasional. Selain itu di areal terminal baru ini juga ada hotel Bandara yang dikelola PT Aangkasa Pura. (banjarmasinpost.co.id/Lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved