B Focus Banua Anam

Larangan Membuka Lahan dengan Cara Membakar Mengancam Aruh Adat yang Biasa Digelar Masyarakat Dayak

KEGIATAN aruh adat atau pesta panen yang digelar masyarakat Dayak di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, bakal terancam.

Larangan Membuka Lahan dengan Cara Membakar Mengancam Aruh Adat yang Biasa Digelar Masyarakat Dayak
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Rabu (2/10/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALANGAN - KEGIATAN aruh adat atau pesta panen yang digelar masyarakat Dayak di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, bakal terancam.

Hal itulah diutarakan Dewan Adat Dayak Kabupaten Balangan, Bidang Dokumentasi dan Promosi, Leludinata.

Diungkapkan, hal itu dikarenakan sedikitnya lahan yang bisa diolah.

"Sekarang ada peraturan dari pemerintah, yakni larangan membuka lahan dengan cara membakar. Secara otomatis itu juga berpengaruh dengan mata pencarian kami yang bercocok tanam," ungkap Lelu.

Baca: Beberapa Desa Bakal Menggelar Aruh Adat, Pesta Besar-besaran Akan Diselenggarakan di Desa ini

Baca: Video Adegan Mesra Roger Danuarta & Cut Meyriska Beredar, Teman Mercella Simon Tak Malu Lakukan Ini

Baca: Kelakuan Ruben Onsu Liburan Berang Betrand Peto di Korea Dikecam, Teman Ayu Ting Ting Itu Ternyata?

Perkembangan nanti, area pertanian bakalan menjadi lebih sedikit.

Begitupula hasil panen.

Menurut informasi yang dirinya dapat dari tetua kampung, pembakaran lahan di masa dulu, sama sekali tidak menyebabkan kabut asap.

Karena adanya larangan tersebut, warga tidak berani untuk membakar lahan.

Sementara, apabila digarap manual, sudah memasuki musim hujan.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved