Bulan Safar 1441 H

Safar Bukan Bulan Sial, Amalan Terbaik di Bulan Safar Serta Keistimewaan Bulan Setelah Muharram Ini

Safar Bukan Bulan Sial, Amalan Terbaik di Bulan Safar Serta Keistimewaan Bulan Setelah Muharram Ini

Safar Bukan Bulan Sial, Amalan Terbaik di Bulan Safar Serta Keistimewaan Bulan Setelah Muharram Ini
tribunwow.com/okipratiwi
Ilustrasi berdoa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Di masyarakat Bulan Safar sering dianalogikan sebagai bulan sial, padahal faktanya tidak demikian. Bahkan, ada amalan terbaik bisa diamalkan di Bulan Safar, ada pulan keistimewaan bulan setelah Muharram Ini.

Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriyah, atau bulan kedua setelah Muharram.

Awal Safar atau 1 Safar 1441 Hijriyah pada Tahun 2019 jatuh pada Senin 30 September 2019 lalu.

Ternyata historisnya, sejak zaman di bangsa Arab dahulu, bulan Safar dipercaya sebagai bulan kekosongan dan munculnya berbagai hal buruk.

Baca: Selamat Hari Batik Nasional 2019, Kumpulan Meme Kocak Hari Batik dari Superman Hingga Google Doodle

Baca: Peninggalan Ani Yudhoyono Dipakai Aliya Rajasa Saat Putra SBY, Ibas Dilantik Jadi Anggota DPR RI

Baca: Kekompakan Veronica Tan & Puput Nastiti Devi Saat Jelang Lahiran Anak Ahok BTP Akhirnya Muncul

Kepercayaan itu juga dipercaya sebagian umat muslim Tanah Air, maka mereka menghindari laku seperti pernikahan, aqikah dan bepergian saat bulan Safar.

Padahal, kepercayaan itu tidak dibenarkan Rasulullah.

Dilansir dari dalamislam.com, dalam sebuah hadist Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada wabah dan tidak ada keburukan binatang terbang dan tiada kesialan bulan Safar dan larilah (jauhkan diri) daripada penyakit kusta sebagaimana kamu melarikan diri dari seekor singa.” (HR. Bukhari).

“Tiada kejangkitan, dan juga tiada mati penasaran, dan tiada juga Safhar”, kemudian seorang badui Arab berkata: “Wahai Rasulullah SAW, onta-onta yang ada di padang pasir yang bagaikan sekelompok kijang, kemudian dicampuri oleh Seekor onta betina berkudis, kenapa menjadi tertular oleh seekor onta betina yang berkudis tersebut ?”. Kemudian Rasulullah SAW menjawab: “Lalu siapakah yang membuat onta yang pertama berkudis (siapa yang menjangkitinya)?” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shalallhu ‘alaihi wa salam bersabda: “.Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim)

Halaman
1234
Editor: Royan Naimi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved