Berita Kabupaten Banjar

Genjot Produksi Jeruk Siam Kabupaten Banjar, Petani Dikenalkan Pola Tanam Ini

Kabupaten Banjar tak cuma sentra tanaman pangan terutama beras di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Lebih dari itu juga salah satu sentra

Genjot Produksi Jeruk Siam Kabupaten Banjar, Petani Dikenalkan Pola Tanam Ini
Nove Arisandi untuk banjarmasinpost.co.id
Kepala Dinas TPH Banjar Ir HM Favhry MP (tengah) bersama tamu dan petami Kecamatan Astambul mencicipi jeruk Siam Banjar yang bercitarasa manis dan segar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kabupaten Banjar tak cuma sentra tanaman pangan terutama beras di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Lebih dari itu juga salah satu sentra pengembangan jeruk.

Di Kabupaten Banjar, pengembangan jeruk berada di Kecamatan Astambul dan Sungaitabuk. Varietas yang dikembangkan petani setempat yakni Jeruk Siam Banjar yang merupakan varietas khas lokal.

Bahkan pada Juni 2020 mendatang Pemerintah Kabupaten Banjar bersama Direktorat Hortikultura Kementerian Pertanian RI akan meresmikan agrowisata petik jeruk siam banjar di Desa Sungaialat Kecamatan Astambul.

"Menopang hal tersebut tentu perlu dipersiapkan sematang mungkin. Salah satunya, bagaimana cara membuat jeruk Siam Banjar berbuah sepanjang tahun," ucap Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Banjar HM Fachry, Kamis (03/10/2019).

Baca: Proyek Jalan Layang Bukitrawi Kalteng Dijaga Polisi, Warga Belum Sepakati Harga Ganti Rugi Lahan

Baca: Live TVOne! Link Live Streaming TV Online TV One Cilegon United vs Persita Liga 2 2019 Akses di Sini

Baca: Air Leding PDAM Intan Banjar di Manarap Kertak Hanyar Keruh Mirip Kecap, Ini yang Dilakukan Warga

Pihaknya telah melakukan penyuluhan dan pendampingan kepada kalangan petani jeruk. Sekaligus melakukan pembinaan terkait rencana penerapan teknologi pertanian tepat guna yang dapat meningkatkan produksi dan produktivitas jeruk Siam Banjar.

"Teknologi tersebut yakni pembuahan jeruk berjenjang sepanjang tahun (Bujangseta)," sebut Fachry.

Dikatakannya, Bujangseta mampu mengatasi permasalahan petani dalam hal pembuahan jeruk yang umumnya cuma terjadi sekali panen raya. Biasanya pada bulan Juni, Juli, atau Agustus.

Pihaknya berharap petani mengadopsi teknologi tersebut agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Melalui pola tanam Bujangseta, tanaman jeruk bisa dipanen lebih cepat dan berbuah sepanjang tahun.

Jika biasanya panen jeruk hanya dua kali dalam satu tahun, melalui apikasi teknologi itu panen bakal terjadi sepanjang tahun. Dalam kurun waktu satu tahun bisa lima kali panen. "Artinya, tiap dua atau tiga bulan bisa panen sehingga ketersediaan buah sepanjang tahun tetap terjaga,” tandas Fachry.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved