Opini Publik

Perkuat Sistem Pengendali Mencegah Korupsi

Penyelenggaraan Pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme merupakan salah amanat reformasi yang sampai saat ini

Perkuat Sistem Pengendali Mencegah Korupsi
net
Ilustrasi anti korupsi

Oleh: Redho Berlian, Pemeriksa BPK RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penyelenggaraan Pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme merupakan salah amanat reformasi yang sampai saat ini masih berusaha diwujudkan. Birokrasi sebagai instrumen dalam menjalankan roda pemerintahan seyogyanya berjalan sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Banyaknya kasus hukum, khususnya korupsi, yang menimpa penyelenggara pemerintahan membuat terwujudnya pemerintahan yang bersih menjadi terhambat. Hal itu tentu berdampak buruk pada kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

Pertanyaannya adalah bagaimana strategi pencegahan agar korupsi bisa diminimalisasi dan dihilangkan? Lalu sistem seperti apa yang dibutuhkan? Pada dasarnya korupsi dapat dicegah sejak awal melalui sistem yang dibuat dan dijalankan oleh instansi pemerintah. Sistem pencegahan tersebut jika dimaksimalkan akan meminimalisasi risiko atau peluang terjadinya penyalahgunaan wewenang yang berujung korupsi. Sistem tersebut diistilahkan sebagai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

Penguatan SPI

SPIP secara normatif diatur dalam PP No. 60 Tahun 2018 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (PP SPIP). SPIP didefinisikan sebagai proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

Menurut PP SPIP, SPIP terdiri atas unsur lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi dan pemantauan pengendalian intern. Dalam Pasal 4 PP SPIP disebutkan pimpinan instansi pemerintah wajib menciptakan dan memelihara lingkungan pengendalian yang menimbulkan perilaku positif dan kondusif untuk penerapan SPIP melalui penegakan integritas dan nilai etika, komitmen terhadap kompetensi, kepemimpinan yang kondusif, pembentukan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan, pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang tepat, penyusunan dan penerapan kebijakan yang sehat tentang pembinaan SDM, perwujudan peran aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) yang efektif serta hubungan kerja yang baik dengan instansi pemerintah terkait.

Dari PP SPIP, setidaknya ada dua hal penting yang perlu menjadi perhatian agar SPIP berjalan efektif, yakni dari sisi internal instansi dan eksternal instansi. Dari sisi internal instansi, kepemimpinan dari pimpinan instansi sangat berperan dalam menjalankan SPIP secara efektif. Kinerja, perilaku dan pola komunikasi organisasi akan sangat ditentukan sejauh mana pimpinan instansi mampu memahami SPIP secara normatif dan mampu menerjemahkannya dalam aktivitas-akvitias pengendalian.

Pimpinan instansi yang berkomitmen pada penguatan SPIP tersebut akan ada jika Kepala Daerah selaku pemegang kekuasaan eksekutif di daerah mampu menunjuk pimpinan instansi yang berkompeten dan beritegritas. Semua harus dimulai dari komitmen Kepala Daerah untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Jika komitmen kepada daerah telah ada, maka orang yang ditugaskan untuk memimpin instansi di bawahnya betul-betul orang yang tepat.

Pentingnya kepala instansi pemerintah, yang dalam pemda berupa Kepala SKPD, karena berdasarkan PP SPIP memiliki tugas yang krusial. Dalam hal penegakan integritas dan nilai etika, pimpinan instansi menyusun dan menetapkan aturan perliaku, memberikan keteladanan perilaku dan menegakkan disiplin. Pimpinan instansi menjalankan fungsi regulator sekaligus eksekutor kebijakan yang berkaitan dengan etika dan perilaku.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved