Berita Tabalong

Saksikan Tanah Longsor di Desa Hapalah Tabalong, Juwita Langsung Lari Menyelamatkan Diri

Longsor yang terjadi di Desa Hapalah RT 02 Kecamatan Banua Lawas sempat mengagetkan Juwita. Ia langsung lari menyelamatkan diri

Saksikan Tanah Longsor di Desa Hapalah Tabalong, Juwita Langsung Lari Menyelamatkan Diri
banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati
Longsor yang terjadi di Desa Hapalah RT 02 Kecamatan Banua Lawas sempat mengagetkan warga setempat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Longsor yang terjadi di Desa Hapalah RT 02 Kecamatan Banua Lawas sempat mengagetkan warga setempat.

Juwita misalnya, wanita berusia 60 tahun ini awalnya sedang dirumah tetangga untuk membantu memasak saat tiba tiba terjadi longsor pada Rabu (02/10/2019) pukul 11.00.

Ia menyaksikan tanah tiba-tiba saja retak dan menganga dengan lebar sekitar sati jengkal.

Tak lama setelahnya tanah mulai turun perlahan dan sekitar 15 menit sesudahnya langsung longsor dengan kedalaman sekitar 1,5 meter dari posisi semula.

Juwita langsung berlari pulang khawatir rumahnya juga ikut terbawa tanah longsor yang baru saja disaksikannya. Karena tanah yang longsor tak lebih dari satu meter dari teras rumah.

Baca: Sinopsis Film Malificent : Mistress of Evil, Pernikahan Putri Aurora Terancam Karena Malificent

Baca: Sidang Kasus Pencabulan di Ponpes Limpasu di PN Barabai, Terdakwa Junadi Bantah Keterangan Saksi

Baca: Umur Roger Danuarta Jadi Perdebatan Gara-gara Video Suami Cut Meyriska Lakukan Ini Beredar

Baca: Jadwal Timnas Indonesia vs Uni Emirat Arab (UEA) di Kualifikasi Piala Dunia 2020, Live di Mola TV

"Langsung lari pulang, saat itu saudara saya sedang di rumah sendirian takut rumah longsor karena saudara saya mengalami gangguan mental, saya langsung ajak ke belakang rumah menjauhi tanah yang longsor," ujarnya.

Juwita saat ini tinggal bersama saudaranya tersebut, anak semata wayangnya sudah menikah dan tinggal cukup jauh dari rumah. Beruntung sang anak masih sering datang untuk menjenguk. Sedangkan suami Juwita tengah berada diluar kota.

Juwita yang sehari harinya bekerja sebagai buruh tani ini masih bersyukur karena rumah yang ditempatinya tidak ikut terbawa longsor. Namun dirinya khawatir jika tidak dilakukan perbaikan saat musim penghujan rumahnya akan ikut tersapu banjir.

Longsor yang terjadi ternyata bukan untuk pertama, dua minggu sebelumya telah terjadi longsor masih di area yang sama namun tidak separah RT 02.

Warga secara gotong royong membuat jalan setapak dengan menguruk menggunakan tanah.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved