Kriminalitas HST

Sidang Kasus Pencabulan di Ponpes Limpasu di PN Barabai, Terdakwa Junadi Bantah Keterangan Saksi

Sidang kasus pencabulan yang dilakukan oleh Pemimpin Pondok Pesantren di Limpasu Kecamatan Limpasu, HST Ahmad Junaidi, kembali digelar, Kamis (3/10)

Sidang Kasus Pencabulan di Ponpes Limpasu di PN Barabai, Terdakwa Junadi Bantah Keterangan Saksi
HO/Humas Polres HST
Para Santri melakukan aksi demo di PN Barabai menuntut pelaku pencabulan dihukum seberat-beratnya, Kamis (3/10/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sidang kasus pencabulan yang dilakukan oleh Pemimpin Pondok Pesantren di Limpasu Kecamatan Limpasu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ahmad Junaidi, kembali digelar,  di Pengadilan Negeri Barabai, Kamis (3/10/2019)

Sidang keempat kasus pencabulan ini menghadirkan dua orang saksi.

Sidang keempat kasus pencabulan dengan nomor perkara 109/Pidsus/2019 PN BRB tersebut digelar tertutup.

Pendamping Hukum Junaidi, Nazmaniah, membeberkan ada dua saksi yang dipanggil pada sidang kali ini.

Sama seperti sidang kedua dan ketiga, terdakwa Junaidi tetap kekeh membantah kejadian pencabulan.

"Jadi yang dibenarkannya cuma satu adanya perjanjian pada 2017 silam. Tapi itu pun perjanjian yang tidak ada pengakuan adanya persetubuhan dan pencabulan," bebernya.

Baca: BREAKING NEWS : Puting Beliung Sapu Kusan Hulu Tanbu, Atap Sekolah Terbang, Satu Rumah Roboh

Menurutnya, Junaidi membantah keterangan saksi bukan tanpa alasan. Pasalnya, saksi yang dipanggil juga tidak melihat yang sebenarnya.

"Saksi juga ujar-ujar. Tidak jelas kapan waktunya di mana tempatnya," katanya

Rencananya, pihak Junaidi juga akan memanggil saksi yang meringankan. Namun, agenda pemanggilan saksi ini akan dilakukan dua pekan lagi.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Barabai, Ziyad, mengatakan jika sidang ditunda hingga pekan depan dengan agenda pemanggilan saksi.

Halaman
12
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved