Berita Kabupaten Banjar

Teknologi Bujangseta Mampu Naikkan Produksi Buah Jeruk di Kabupaten Banjar Sebanyak Ini

konsep pola tanam Bujangseta (pembuahan jeruk berjenjang sepanjang tahun) adalah produksi jeruk yang bisa berbuah sepanjang tahun (off season).

Teknologi Bujangseta Mampu Naikkan Produksi Buah Jeruk di Kabupaten Banjar Sebanyak Ini
Nove Arisandi untuk banjarmasinpost.co.id
Kepala Dinas TPH Banjar HM Fachry (kanan) bersama tamu dan petani meminjau kebun jeruk di Kecamatan Astambul, beberapa hari lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kepala Bidang Teknologi Pertanian Pengolahan dan Pemasaran, Dinas TPH Kabupaten Banjar Imelda Rosanty, mengatakan konsep pola tanam Bujangseta (pembuahan jeruk berjenjang sepanjang tahun) adalah produksi jeruk yang bisa berbuah sepanjang tahun (off season).

Serta menghasilkan buah yang bermutu premium. "Buahnya seragam dan citarasanya sesuai selera pasar dan kulit buahnya mulus. Pastinya harga jualnya juga memadai karena dengan Bujangseta, jeruk memiliki kualitas premium dengan biaya produksi cukup murah," ucapnya, Kamis (03/10/2019).

Imelda menuturkan teknologi Bujangseta merupakan solusi yang ditunggu-tunggu oleh petani. Soalnya, dengan teknologi tersebut petani dapat panen sepanjang tahun. Teknologi Bujangseta dapat menghasilkan 80 kilogram per pohon per tahun, sedangkan sebelumnya hanya sekitar 30 kilogram per pohon per tahun.

Secara teknis Kasi Pengkajian dan Penerapan Teknologi Dinas TPH Banjar Rita Zahara memaparkan teknologi Bujangseta adalah kombinasi tiga tahap pemeliharaan yaitu manajemen kanopi (prunning) pemangkasan yang dapat memacu pertunasan vegetatif dan generatif menjadi lebih seimbang.

Baca: Genjot Produksi Jeruk Siam Kabupaten Banjar, Petani Dikenalkan Pola Tanam Ini

Baca: BREAKING NEWS - Unit Siber Ditreskrimsus Cokok 2 Penipu Pejualan HP Online Instagram di Banjarmasin

Baca: Head to Head, Prediksi & Live Streaming TV Online AZ Alkmaar vs Man United Liga Eropa, Live SCTV

"Jadi, kelembaban dalam tajuk dapat dikurangi dan secara otomatis penyakit akan lebih mudah dikendalikan," jelasnya.

Selanjutnya, manajemen nutrisi yakni mengubah pola pemupukan dengan mengombinasikan pupuk padat dan cair secara bergantian. Dengan begitu kondisi tanaman menjadi sehat dan mampu tumbuh dengan baik, berbunga dan berbuah secara kontinyu.

Berikutnya yakni manajemen pengendalian hama. Ini difokuskan pada penyakit burik kusam, embun jelaga dengan mengendalikan hama penyebabnya seperti aphis, trip, kutu dompolan, dan kutuk sisik. Upaya yang diterapkan berupa pengendalian perpaduan antara monitoring dan interval pengendalian secara berkala.

Melalui upaya tersebut siklus perkembangan dan serangan hama dan penyakit dapat dan mudah dikendalikan sehingga diperoleh buah yang berkualitas premium. "Ketiga tahap ini harus dijalankan untuk mendapatkan hasil panen jeruk yang optimal," sebut Rita.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved