Berita Tapin

BPBD Sosialiasi Pencegahan Karhutla di Sungai Rutas Tapin, Maradona Ditanya Soal Kearifan Lokal

BPBD Tapin menggelar sosialisasi Karhutla di Kantor desa Sungai Rutas Kecamatan Candi Laras Selatan (LAS).

BPBD Sosialiasi Pencegahan Karhutla di Sungai Rutas Tapin, Maradona Ditanya Soal Kearifan Lokal
Dari BPBD Tapin untuk BPost
Sosialiasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla yang terjadi pada, September 2015 di Desa Sungai Rutas, Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berdampak terhadap fasilitas pendidikan di desa tersebut.

Gedung sekolah terdampak dari kebakaran lahan yang diperkirakan mencapai 50 hektar. Karhutla ini hingga penghuni hutan seperti biawak, kura-kura dan tiga ekor satwa langka bakantan terpanggang.

Mengantisipasi peristiwa kebakaran agar tak terulang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapin, melakukan sosialiasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor Desa Sungai Rutas, Kamis (3/10/2019) lalu.

 Baca: Perbanyak Tanaman dengan Okulasi, Desa Maringgit Anggarkan Dana Desa Rp 6,45 juta

Baca: Finally! Raffi Ahmad Buka Suara Soal Chat Theresa Tentang Rumah Tangganya dengan Nagita Slavina

Baca: Manggung di Banjarmasin, Vierratale Ajak Pengunjung Kordinat Kitchen & Bar Bernostalgia

Baca: Foto Kebiasaan Nia Ramadhani di Kamar Mandi Bocor, Istri Ardi Bakrie Tak Segan Cuma Pakai Ini

Sejumlah narasumber dihadirkan memberikan sosialiasi diantaranya Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapin, Nordin dan Kepala Bagian Operasi Polres Tapin, AKP Raindhard Maradona.

"Saya menyampaikan subyek penegakan hukum dalam sosialiasi pencegahan kebakaran hutan, perorangan dan korporasi," ujar AKP Raindhard Maradona dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Jumat (4/10/2019) membenarkan.

Menurut AKP Raindhard Maradona dalam sosialiasi pencegahan karhutla itu, penindakan terhadap pembakar hutan dan lahan dapat dijerat undang-undang tentang lingkungan hidup.

Namun, saat ini yang terjerat adalah perorangan yang melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan pasal 187 dan 188 KUHPidana.

Menariknya dalam sosialiasi itu, warga mempertanyakan petani yang membakar lahannya kemudian diproses hukum. Disisi lain, aktivitas membakar lahan itu diyakini warga setempat sebagai kearifan lokal, karena membakar lahan tak lebih dari dua hektar.

"Terkait ini sudah saya jelaskan ketentuan pembakar lahan dua hektar itu ada kewajibannya, yaitu tak lebih dari dua hektar, ditanami padi varietas lokal dan diberi sekat bakar," katanya.

Praktek pembakaran lahan pertanian itu berlaku di Kecamatan Piani. Itu karena masyarakat ada setempat adalah petani ladang berpindah.

Halaman
12
Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved