Berita Tapin

Mata Jumiati Berkaca-kaca Setelah Dinding Rumahnya Dijebol Satgas TNI Kabupaten Tapin

Mata Jumiati (43) berkaca-kaca usai dinding rumahnya dijebol tiga anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 106 di Kabupaten Tapin, Sabtu

Mata Jumiati Berkaca-kaca Setelah Dinding Rumahnya Dijebol Satgas TNI Kabupaten Tapin
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Rumah Jumiati (43) dibongkar untuk direhab Satgas TMMD ke 106 di Desa Antasari, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Sabtu (5/10/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Mata Jumiati (43) berkaca-kaca usai dinding rumahnya dijebol tiga anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 106 di Kabupaten Tapin, Sabtu (5/10/2019).

Warga Jalan Noor Hanafiah, Desa Antasari, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, mengaku selama rumahnya dibedah, bermalam di rumah saudara.

Kondisi rumah Jumiati, janda satu anak ini memang memprihatinkan karena lantai rumahnya menyatu dengan tanah. Tidak seperti rumah berbahan kayu, kebanyakan memakai tongkat atau rumah panggung.

Atap rumah Jumiati dari bahan daun rumbia. Itupun saat pertama dibangun, atap itu dibikinnya sendiri karena pohon rumbia banyak tumbuh di halaman belakang rumahnya.

Baca: Warga yang Marah Siram Kepala Desa dengan Bensin dan Nyaris Membakar, Ternyata Hanya Masalah Ini

Baca: Perlawanan Engku Emran Saat Heboh Isu Perceraian Laudya Cynthia Bella, Eks Raffi Ahmad Baik-baik?

Baca: Syarat Usia di Penerimaan CPNS 2019, Situs Pendaftaran sscasn.bkn.go.id belum Dibuka

"Dahulu saat membangun rumah keterbatasan biaya sehingga lantai hanya diberi semen saja. Hingga suami saya meninggal dunia, saya tidak mampu memperbaiki atap dan dinding rumah," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (5/10/2019).

Kini atap rumah Jumiati banyak yang bocor, memasak untuk kebutuhan sehari-hari bersama putri semata wayangnya menggunakan kayu bakar.

"Saya dapat kompor dan tabung gas. Cuma daya tak berani menggunakan kompor gas takut meledak dan menimbulkan kebakaran," katanya.

Menurutnya, penantian program bedah rumah itu sangat lama. Itu karena sebelumnya pernah dijanjikan sebagai peserta bedah rumah oleh Pemerintah Desa Antasari.

Pemerintah Desa Antasari mendata peserta bedah rumah karena Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Sosial dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Tapin melaksanakan program bedah rumah layak huni dari Pemerintah Pusat.

"Saya senang sebagai peserta bedah rumah. Rasanya sudah dua kali rumah saya ini dipotret dan dibuat dalam televisi sebagai peserta bedah rumah.

Alhamdulillah, hari ini bedah rumah itu terwujud dengan bantuan Pemerintah Kabupaten Tapin bersama bapak tentara. Semoga kegiatannya lancar dan tanpa hambatan," harapnya.

Pjs Kepala Desa Antasari, Kasful Anwar mengatakan rumah Jumiati sudah lama didata aparat Pemerintah Desa Antasari sebagai peserta bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten Tapin.

"Sudah sangat lama diusulkan. Alhamdulillah terealisasi tahun ini. Syukurnya lahan rumah yang ditempati ibu Jumiati milik sendiri," katanya.

Staf Satgas TMMD Kodim 1010 Rantau, Sersan Satu Jagad menjelaskan program bedah rumah TMMD di dua lokasi, dua unit rumah di Desa Suato Lama, Kecamatan Salam Babaris dan dua unit lagi di Desa Antasari, Kecamatan Tapin Utara. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved