Berita Banjarbaru

PMII Banjarbaru Gelar Diskusi Publik, Syaifullah Tamliha: Radikalisme Buat Suram Masa Depan Bangsa

Forum Diskusi Publik tentang radikalisme dan cara efektif pencegahan digelar di Grand Dafam Q Syariah Hotel Banjarbaru, Sabtu, (5/10).

PMII Banjarbaru Gelar Diskusi Publik, Syaifullah Tamliha: Radikalisme Buat Suram Masa Depan Bangsa
PMII Banjarbaru
Forum Diskusi Publik tentang radikalisme dan cara efektif pencegahan digelar di Grand Dafam Q Syariah Hotel Banjarbaru, Sabtu, (5/10). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Forum Diskusi Publik tentang radikalisme dan cara efektif pencegahan digelar di Grand Dafam Q Syariah Hotel Banjarbaru, Sabtu, (5/10).

Pada diskusi publik yang digelar PMII Banjarbaru Bekerja sama dengan Kementerian Kominfo. Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan mahasiswa Kampus Uniska, Uvaya, ULM dan Stai Alfalah.

Ada tiga Nara sumber yang dihadirkan pada diskusi publik ini, yakni Direktur informasi dan komunikasi politik hukum dan keamanan kementerian kominfo RI Bambang Gunawan, Dosen ULM Banjarmasin Fahrianoor dan anggota DPR RI H Syaifullah Tamliha.

Anggota DPR RI, Syaifullah Tamliha pada kesempatan itu memaparkan tentang radikalisme bisa membuat wajah suram masa depan bangsa.

Baca: Tantangan Nikita Mirzani ke Seteru Hotman Paris, Farhat Abbas, Seteru Syahrini Akan Tonjok Eks Nia

Baca: Hasil Kalteng Putra vs Barito Putera Liga 1 2019 - Derby Papadaan, Kedua Tim Tetap di Zona Merah

Baca: Mata Jumiati Berkaca-kaca Setelah Dinding Rumahnya Dijebol Satgas TNI Kabupaten Tapin

Menurutnya, dalam perjalanan sejarah bangsa, fenomena radikalisme mewujud dalam berbagai wajah. Bisa primordialisme-kesukuan, fundamentalisme agama, hingga gerakan separatisme.

Radikalisme berbasis primordialisme kesukuan kerap terjadi. Ada perang suku di Lampung, Sampit, Papua, Flores, hingga di Sigi Sulawesi Tengah.

Jika diurai satu per satu pemicunya, yang paling dominan tentu adalah ketidakselarasan pemahaman tentang komitmen untuk hidup berdampingan.

Sehingga persentuhan pergaulan yang kerap melahirkan kesalahpahaman bermuara pada tindak kekerasan.

Sebagai sebuah negara berdaulat, ditegaskannya bahwa Indonesia punya kepentingan dalam menjaga interest nasional atau kepentingan nasional agar setiap jengkal tanah yang ada di bumi ibu pertiwi tak ada yang lepas ke pelukan ibu-ibu yang lain.

"Dari sekian problematika bangsa yang berujung pada radikalisme, diperlukan keselarasan paham antar anak bangsa bahwa ada yang lebih penting dari kepentingan masing-masing golongan, yakni kepentingan bangsa," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved