Berita Tanahlaut

89 Ribu Itik Alabio dan Mojosari Masuk Kabupaten Tanahlaut, Ini Tujuannya

Sebanyak 89 itik bakal masuk ke Kabupaten Tanahlaut. Itik tersebut bakal disebarkan ke kelompok peternak dan masyarakat dalam ketegori tidak mampu

89 Ribu Itik Alabio dan Mojosari Masuk Kabupaten Tanahlaut, Ini Tujuannya
banjarmasin post group/ reni kurnia wati
Itik Alabio 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 89 itik bakal masuk ke Kabupaten Tanahlaut. Itik tersebut bakal disebarkan ke kelompok peternak dan masyarakat dalam ketegori tidak mampu di Tanahlaut.

Terang kadis Peternakan dan keswan, Suharyo memang ada 89 ribu itik yang akan diberikan ke warga kategori tidak mampu Tanahlaut dari Kementerian Pertanian dalam progran Bekerja.

Itik itu akan diberikan bagi warga sebagai modal usaha peternakan.

"Lengkap semua, mulai dari itiknya sampai kandangnya juga diberikan," ujarnya kepasa Banjarmasinpost.co.id, Minggu (6/10/2019).

Itik yang didatangkan ke Tanahlaut terang Suharyo ada dua jenis yaitu itik Alabio dan Mojosari.

Baca: Menteri Pendidikan Wacana Pisahkan Pancasila & Kewarganegaraan, Guru di Kalsel Minta Kembalikan PMP

Baca: Artis Dangdut Academy Ditangkap Bersama Temannya, Diduga Konsumsi Sabu Sebanyak Ini

Baca: Berpose Begini, Ayu Ting Ting Disorot Pasca Ramai Pengakuan Robby Purba, Bagian Tubuh Ini Disoal

Mudah saja menurut Suharyo warga menerima itik untuk dibudidayakan. Namun ia mengaku khawatir dengan pemasaran telur itik nanti.

"Maka dari itu nantinya kita bakal minta penyuluh agar memberdayakan warga sehingga tak hanya menjual telur itik yang mentah tapi juga bisa membuat telur itik menjadi telur asin atau yang lain. Dengan itu juga nilai ekonomi telur itik juga lebih tinggi," jelasnya.

Jika program budidaya itik untuk diambil telurnya berhasil maka ujar Suharyo bukan tidak mungkin terjadi peledakan pasokan telur itik di pasaran yang bisa mengakibatkan turunnya harga telur itik.

Ditambah lagi penerima bantuan peternakan itik tak hanya diberikan untuk Tanahlaut melainkan untuk seluruh Kalsel.
"Bisa saja nanti Tanahlaut khasnya telur itik dijadikan telur asin," terangnya.

Saat ini penyaluran itik tambahnya sudah mulai dilakukan. Pihaknya juga sudah menyerahkan ribuan ekor itik ke peneirma yang tersebar di Tanahlaut.

Sementara Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Sri Widayati yang sempat mengunjungi Tanahlaut kemarin mengatakan bahwa dari Kementerian Pertanian sendiri ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang sudah diidentifikasi oleh Kementerian Sosial yang masuk dalam kategori miskin dalam hal pendapatan.

Kemudian dari Kementerian Pertanian mengidentifikasi lagi diantara masyarakat yang masuk dalam kategori miskin yang sudah diidentifikasi oleh Kemensos tadi yang berprofesi sebagai petani, sehingga diperoleh Rumah Tangga Miskin Pertanian (RTMP).

Lebih lanjut ia menjelaskan, RTMP diberi fasilitas untuk melakukan budidaya ternak, yang pada umumnya yaitu ayam. Namun untuk Kalimantan Selatan adalah itik yang sesuai dengan budaya dan dukungan ekologi di Kalsel.

"Setiap RTMP diberi 50 ekor itik, kemudian bantuan pakan, obat - obatan dan kandang. Namun kandang sifatnya stimulasi, jadi kami memberi uang Rp 500 ribu yang masuk dalam rekening mereka untuk kemudian dibuat kandang," jelasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved