Berita Banjarmasin

Akan Dibebaskan, Pemilik Bangunan Pasar Beras Minta Pembayaran Ganti Untung Lahan Dipercepat

Pemilik bangunan Pasar Beras di Sungai Muara Kelayan Banjarmasin meminta pemko setempat mempercepat pembayaran ganti untung pembebasan lahan

Akan Dibebaskan, Pemilik Bangunan Pasar Beras Minta Pembayaran Ganti Untung Lahan Dipercepat
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Penyiringan susun sewa (Rusunawa) baru yang ada di kawasan Teluk Kelayan, Banjarmasin Selatan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II. Pada 2020, Pemko dengan anggaran Rp10 miliar akan menyiring kawasan Pasar Beras sungai Muara Kelayan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Terkait rencana penyiringan sungai oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) kota setempat para pemilik bangunan Pasar Beras di Sungai Muara Kelayan Banjarmasin meminta pemko setempat mempercepat pembayaran ganti untung pembebasan lahan.

“Iya beberapa kali rapat dengan pedagang beras, justru pemilik bangunan pasar beras di Sungai Muara Kelayan itu meminta dipercepat pembayaran ganti untungnya. Pemilik bangunan merasa diuntungkan dengan adanya dana pembebasana lahan untuk pembangunan siring ini yang dananya mencapai puluhan miliar,” kata Kabid Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin Hizbul Wathony, Minggu (6/10/19).

Menurut Tony, para pemilik bangunan pasar beras itu ternyata punya usaha lain seperti menjadi developer perumahan. Jadi pemilik bangunan pasar beras itu menyewakan ke para pedagang beras.

Tony menyatakan pada 2020 kawasan pasar beras akan dilakukan penyiringan sepanjang lahanya sudah dibebaskan dengan anggaran Rp10 miliar.

Baca: Pembangunan Pasar Ujung Murung, Asisten II : Jangan Sampai Piringnya Dapat Makananya Tidak Ada

Baca: Jadwal Liga Inggris Malam Ini Live TVRI & Mola TV, Newcastle vs Man United, Chelsea, Arsenal & City

Baca: Ditabrak Mobil di Kecamatan Gambut Banjar, Pengendara Honda Beat Ini Tewas di Tempat Kejadian

Baca: Bukan Raul Lemos, Majunya Krisdayanti Jadi Anggota DPR Dibeberkan pada Aurel dan Azriel

"Tahun ini kami sudah diusulkan ke Perkim untuk pembebasan lahan di kawasan Pasar Beras. Harapannya tahun ini lahan sudah bebas dan pada 2020 kawasan pasar beras akan dilakukan penyiringan oleh dinas PUPR kota,” katanya.

Menurut Tony, penyiringan kawasan pasar beras akan mempercantik kawasan Muara Sungai Kelayan. Diperkirakan penyiringan kawasan pasar beras mencapai 150 meter dan nantinya bakal menemani siring di seberangnya yang tahun ini dikerjakan BWS Kalimantan II.

"Kan di seberangnya, di depan Rusunawa sudah dilakukan penyiringan oleh BWS. Tinggal pemko tahun depan yang mengerjakan di seberangnya sehingga siring pun berseberangan sehingga terlihat cantik," kata Tony.

Dijelaskan Tony konsep penyiringan kawasan pasar beras itu sama seperti siring yang ada di sepanjang Sungai Martapura. Namun lebar pedestariannya atau lantai buat pejalan kaki hanya sekitar 3 meter.
"Kalau yang sudah ada lebarnya antara 4,5 sampai 5 meter” tegas Tony.

Baca: Kapenkum Kejati Kalteng Ungkap Kejaksaan Se Kalteng Selamatkan Uang Negara Rp 3,2 Triliun

Baca: Keyakinan Luna Maya Jodohnya Bukan Faisal Nasimuddin atau Ariel NOAH, Raffi Ahmad Bocorkan ini

Baca: Diduga Cekcok Keluarga, Polisi di Serdang Bedagai Ini Tembak Kepala Istri Lalu Bunuh Diri

Plt Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin Lili Dwiyanti, menyatakan pihaknya memang sudah beberapa kali menggelar rapat dengan para pedagang beras terkait rencana penyiringan kawasan pasar beras di Sungai Muara Kelayan.

“Iya rapat sudah kita gelar beberapa kali. Tapi yang berwenang memberi penjelasan itu Pa Wakil Wali Kota. Termasuk untuk lahan relokasi pedagang, silahkan tanya ke pa Wakil Wali Kota” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved