Ekonomi dan Bisnis

Data AS yang Buruk, Dorong Penguatan Rupiah pada Pekan Depan

Kurs rupiah berpeluang melanjutkan penguatan di pekan depan ditopang oleh faktor eksternal.

Data AS yang Buruk, Dorong Penguatan Rupiah pada Pekan Depan
THINKSTOCKS
Ilustrasi rupiah dan dollar AS 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kurs rupiah berpeluang melanjutkan penguatan di pekan depan ditopang oleh faktor eksternal.

"Data AS yang buruk dan sentimen internal bakal mendorong kurs rupiah kembali menguat di pekan depan di kisaran Rp 14.100 per dollar AS hingga Rp 14.157 per dollar AS," jelas Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka sebagaimana dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (6/10/2019).

Sebagai informasi, pada Jumat (4/10/2019), rupiah ditutup menguat ke level Rp 14.138 per dolar AS, menguat 0,24 persen dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 14.172 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah menguat 0,25 persen dari level Rp 14.173 per dolar AS pada Jumat (27/9/2019).

Sedangkan pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah ada di level Rp 14.135 per dolar AS, menguat 0,41 persen dari sehari sebelumnya. Selama sepekan, rupiah di kurs tengah BI menguat 0,44 persen.

Baca: LIVE MOLA TV - Live Streaming Manchester City vs Wolves di Liga Inggris, Tak Siaran Langsung TVRI

Baca: Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2019, Ini Catatan Penting Si Pemecah Rekor Valentino Rossi

Baca: FAKTA Joe Taslim di Mortal Kombat, dari Pemeran Sub Zero hingga Proses Syuting di Australia

Ibrahim mengungkapkan, sepekan lalu rupiah menguat terhadap dolar AS. Penguatan didukung oleh sentimen global maupun domestik. Termasuk data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang cenderung buruk.

Apalagi aktivitas jasa melambat, manufaktur terkontraksi, plus perang dagang dengan Uni Eropa (UE) sangat berisiko membuat perekonomian AS tersendat, bahkan bukan tidak mungkin jatuh ke jurang resesi.

Dari sentimen internal, Ibrahim menjelaskan dengan parlemen yang menduduki kursi pimpinan baik di DPR, DPD dan MPR menjadi berkah tersendiri, karena dapat mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang pro dengan kepentingan rakyat.

Dengan begitu, tidak ada lagi interupsi/kritikan dari kubu parlemen sehingga pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan kembali fokus terhadap fundamental dan terus mengawasi perkembangan global akibat perang dagang dan rencana keluarnya Inggris dari Eropa atau Brexit. (Intan Nirmala Sari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rupiah Diprediksi Menguat pada Pekan Depan",

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved