Berita Banjarbaru

Dewan Yakin Akses Jalan Bandara Masuk APBN 2020, Ini Penjelasan Syaifullah Tamliha

Kabar bakal tidak didanai lagi oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini PUPR soal akses Jalan Bandara Syamsudin Noor rupanya disoroti oleh Anggota DPR RI

Dewan Yakin Akses Jalan Bandara Masuk APBN 2020, Ini Penjelasan Syaifullah Tamliha
banjarmasin post group/ nurholis huda
Syaifullah Tamliha ketika menghadiri acara Lustrum di Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Lambung Mangkurat 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kabar bakal tidak didanai lagi oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini PUPR soal akses Jalan Bandara Syamsudin Noor rupanya disoroti oleh Anggota DPR RI asal Kalsel, Syaifullah Tamliha.

Menurutnya, akses tersebut tetap akan dapat bantuan dari APBN di 2020.

"Memang bukan di 2019. Tapi di 2020 nanti. Dan bukan dalam bentuk DAK tapi APBN yang dimasukkan dalam infrastruktur melalui PUPR dalam hal ini Balai Jalan Nasional," tandas Syaifullah Tamliha, Minggu (6/10/2019).

Diuraikan dia, kini tinggal Pemprov Kalsel untuk mengawal itu sampai nanti di 2020. "Kalau alasan karena tidak boleh ada jalan nasional yang linier dobel searah, itu alasan saja. Lah karena di Jawa kan banyak yang seperti itu," sebut Syaifullah Tamliha.

Baca: 7 Fakta Instagram Syahrini yang Dituding Nikita Mirzani Beli Followers, Istri Reino Terbukti Beli?

Baca: FAKTA Joe Taslim di Mortal Kombat, dari Pemeran Sub Zero hingga Proses Syuting di Australia

Baca: Jerinx Superman Is Dead dan Nora Resmi Menikah, Glenn Fredly: Semesta Memberkati Kalian

Dirinya berharap, akses Bandara itu clear dan biar Bandara Kalsel bisa menjadi Bnadara internasional dan aksesnya nyaman dilalui.

Sebelumnya, Direktur Teknik PT Angkasa Pura I, Lukman F Laisa, saat berkunjung ke lokasi proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor, Rabu (2/10) tadi mengemukakan soal akses jalan itu.

"Tiga pekan yang lalu para Dinas PUPR dikumpulkan untuk membicarakan tentang akses bandara ini. Kabarnya, Kementerian PUPR tidak bisa membantu terkait kenaikan statusnya menjadi jalan nasional," sebutnya.

Pihaknua berharap Pemda (pemerintah daerah) dapat segera menyelesaikannya.

Dikonfirnasi terpisah, Kabid Bina Marga PUPR Kalsel Yasin Toyib membenarkan jika akses bandara statusnya sulit untuk ditingkatkan menjadi jalan nasional.

"Jadi mau tidak mau, Pemprov harus membangunnya dengan anggaran sendiri. Hal itu lantaran ada sejumlah persyaratan yang diajukan Kementerian PUPR sulit untuk dipenuhi Pemprov Kalsel. Misal, Lebar jalan katanya harus 30 meter, itu sulit sebab ada beberapa titik yang sudah banyak penduduknya sehingga pembebasan lahannya ribet dan memerlukan biaya besar," urainya.

Selain itu, Yasin Toyib mengungkapkan, Kementerian PUPR juga tidak ingin ada dua akses jalan nasional yang berada berdekatan. Di mana, saat ini akses bandara dekat dengan Jalan A Yani yang berstatus jalan nasional.

"Info yang saya terima, kalau akses bandara jadi jalan nasional maka Jalan A Yani harus diubah jadi jalan provinsi. Jadi syarat itu harus dilakukan kemudian termasuk memperlebar akses jalan tembusny misal di Jalan Kebunkaret," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved