Berita Tanahlaut

Pancasila dan Kewarganegaraan Akan Dipisahkan Ini Komentar Pelajar Tanahlaut

Rencana pemisahan mata pelajaran pendidikan moral pancasila dengan pendidikan kewarganegaraan juga ditanggapi pelajar di Tanahlaut

Pancasila dan Kewarganegaraan Akan Dipisahkan Ini Komentar Pelajar Tanahlaut
Instagram
ilustrasi- Foto yang diposting berupa kertas yang dipegang bertuliskan 'Tolong Kembalikan Pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila)'. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Rencana Mendikbud memisahkan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan Pancasila pada tahun 2020 nanti banyak menuai komentar pelajar Tanahlaut.

Keputusan Kemendikbud RI ini disebut agar siswa lebih fokus untuk menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam mata pelajaran Pancasila.

Ketua OSIS SMPN 1 Pelaihari, Dede pelajaran PPKn mengatakan di sekolah sudah bagus. Namun itu kembali kepada guru atau pengajar.

"Menurut saya semua kembali kepada gurunya apapun mata pelajaran yang diajarkan jika gurunya menyampaikan dengan menairk dan baik pasti akan mudah dipahami oleh siswa," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (7/10/2019).

Baca: Buruh Tewas Dari Ketinggian 30 Meter di Duta Mall, Polresta Banjarmasin Lakukan Ini

Baca: Bawa Kue Tart dan Nasi Tumpeng, Kapolresta dan Jajaran Sowan ke Kodim 1007/Banjarmasin

Baca: NEWSVIDEO : Pelantikan Pimpinan DPRD Kabupaten Banjar periode 2019-2024

Baca: Sebelas IUP Batubara Belum Setor Jaminan Reklamasi, Nilainya Mencapai Rp 26,5 Miliar

Terkait pemisahan dua mata pelajaran menurutnya akan lebih baik. Dengan pemisahan justru membuat siswa lebih mengerti tentang pengamalan Pancasila dibandingkan dicampur dalam satu mata pelajaran.

"Tentu jadi lebih mudah paham tentang Pancasila dengan dipisah," tambahnya.

Dengan dipisah ia juga menganggap ada pembeda antara dua mata pelajaran tersebut. Sementara jika digabung maka akan sulit membedakan keduanya.

Namun semua pembelajaran di sekolah terang Dede bersumber pada guru yang mengajar. Menurut Dede tujuan belajar akan berhasil jika disampaikan dengan baik oleh guru .

"Jika gurunya mengajarnya enak dalam penyampaian dan menarik siswa juga akan mudah memahami apapun itu pelajarannya, jadi menurut saya lebih baik penguatan di guru," jelasnya.

Sementara Ketua Organisasi Siswa Insan Cendekia Tanah Laut (OSICTA), Ahmad Najib mengatakan bahwa ia  setuju dengan adanya pemisahan Pendidikan Kewarganegaraan dengan Pancasila.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved