Berita Kotabaru

Sekda Kotabaru Jamin 2020 Embung Gunung Perak Terealisasi, Lahan Status HL Berubah Jadi Tahura

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kotabaru Drs H Said Akhmad menjamin, rencana pembangunan embung Gunung Perak salah-satu upaya mengatasi krisis ber

Sekda Kotabaru Jamin 2020 Embung Gunung Perak Terealisasi, Lahan Status HL Berubah Jadi Tahura
Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Sekda Kabupaten Kotabaru Drs H Said Akhmad MM. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kotabaru Drs H Said Akhmad menjamin, rencana pembangunan embung Gunung Perak salah-satu upaya mengatasi krisis bersih masyarakat di wilayah perkotaan terealisasi pada 2020.

Menurut Said Akhmad, dipastikan akan terealisasi embung Gunung Perak pendukung ketersediaan air baku, karena beberapa tahun sebelumnya gagal dibangun lantaran terganjal status kawasan Hutan Lindung (HL).

Kini status tersebut, sebut Said Akhmad sudah berubah. Dari status kawasan HL berubah status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura).

"Perubahannya sudah turun 2018 lalu. Kalaun tahura statusnya boleh ada kegiatan. Tidak seperti waktu masih hutan lindung," ujar Said Akhmad kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (7/10/2019).

Baca: Sri Sulistyowati Diamankan Jajaran Polsek Sungai Loban, Kedapatan Jual Miras Berbagai Merek

Baca: Lupakan Natasha Wilona? Verrell Bramasta Tepergok Tak Malu Lakukan Ini pada Febby Rastanty

Baca: Bayi Kembar Meninggal dalam Kandungan, Irish Bella Enggan Ditemui Banyak Orang, Terungkap Alasannya

Selain berubah status kawasan, optimistis rencana pembangunan embung Gunung Perak. Menjadi skala prioritas, karena sudah tersedianya dana bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) lebih kurang Rp 25 miliar.

"Selain itu embung Gunung Perak lebih dekat dengan perkotaan," ucap Said Akhmad.

Disinggung wacana pemerintah daerah memanfaatkan sungai Seratak, Kecamatan Pulautlaut Timur, menjadi sumber air baku mengatasi ketika terjadi air bersih.

Ia menegaskan, wacana itu juga menjadi atensi karena ketersediaan air baku sungai Seratak lebih potensial. "Sungai Seratak ada sumber airnya. Beda dengan embung Gunung Ulin hanya berharap tadah hujan," terangnya.

Namun embung sungai Seratak belum bisa direalisasikan pada 2020, karena dana tersedia untuk realisasi embung Gunung Perak.

"Perlu biaya besar. Tapi sungai Seratak tetap jadi prioritas kita," ujar Said Akhmad kepada banjarmasinpost.co.id ditemui sebelum apel pagi.

Nana, salah seorang warga Pulaulaut Utara Kotabaru mengakui, krisis air bersih melanda daerah ini sudah bukan hal jarang terjadi. Setiap kemarau panjang, warga selalu kesulitan mendapatkan air bersih.

Sayangnya persoalan krisis air melanda terus terulang, sementara belum ada upaya kongkret pemerintah daerah untuk mengakhiri kesulitan air dialami.

Solusi saat kekekeringan melanda. Tidak ada pilihan lain, masyarakat terpaksa membeli dari penjual air tandon.

"Membeli pertandon 1.200 liter antaran Rp 60 sampai Rp 70 ribu. Pertandon paling cukup untuk tiga hari," ujar Nana sembari berharap krisis air tidak terus terulang setiap kemarau panjang.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved